Laporkan Masalah

Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Minimnya Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2011

Emkhad Arif, Prof. Dr. Abdul Halim, MBA., Akt.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan terjadinya minimnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota di Provinsi Riau tahun 2011. Namun, yang menjadi rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah belum banyaknya bukti empiris atau belum diketahuinya faktor-faktor yang menyebabkan minimnya belanja daerah sehingga mengakibatkan rendahnya penyerapan APBD di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Riau tahun 2011. Informan di dalam penelitian ini adalah kepala dinas, kepala badan, sekretaris dinas, kepala biro keuangan dan snowball informan yang ada hubungannya dengan penyusunan dan pelaksanaan APBD tahun 2011. Berdasarkan data, total seluruh informan yang berhasil di wawancarai adalah 19 orang yang diperoleh dari tiga (3) kabupaten dan satu (1) kota, yaitu: Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan model Miles dan Hubberman. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwasannya masing-masing daerah kabupaten/kota memiliki faktor-faktor penyebab minimnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi internal dari pemerintahan daerah. Namun, ada beberapa faktor yang hampir sama antara daerah satu dengan daerah lainnya, misalnya: faktor regulasi, faktor politik, faktor tender/lelang dan faktor komitmen organisasi.

The purpose of this study is to determine what are the factors that cause the lack of absorption of Revenue and Expenditure (Budget) Regency / City in the province of Riau in 2011. Formulation of the problem in this research is not much empirical evidence or the unknown factors that cause lack of shopping areas, resulting in low absorption of budgets in many districts and cities in the province of Riau in 2011) Informants in this study is a head of department, head of the agency, department secretary, bureau chief financial informants and snowball that has to do with the preparation and implementation of the budget in 2011. Based on the data, the total of all informants were successful in 19 people interviewed were obtained from three (3) districts and one (1) cities: Pelalawan, Bengkalis, Rokan Hilir and Dumai City. The data obtained were analyzed using a model of Miles and Hubberman. The results of this study indicate respective districts / cities have factors causing the lack of absorption of Revenue and Expenditure (APBD) that vary according to the conditions of internal governance. However, several factors are almost the same between one area to other areas, for example: regulatory factors, political factors, factors tenders / auctions factors and organizational commitment.

Kata Kunci : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Undang-Undang, Peraturan Presiden, Penyerapan Anggaran, Pemerintan Daerah, Satuan Kerja Perangkat Daerah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.