Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN SIKAP PERILAKU DAN SANITASI RUMAH DENGAN KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Endang Setyaningsih, Susi Iravati, Apt. Ph.D

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

Latar belakang : Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang merupakan masalah kesehatan di daerah tropis dan sub tropis, terutama negara sedang berkembang. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kejadiannya terus meningkat sejak tahun 2009-2011. Diagnosa leptospirosis pada manusia dapat ditegakkan dengan adanya gejala-gejala klinis dan diperkuat dengan pemeriksaan laboratorium terutama didasarkan pada pemeriksaan serologis. Penularan leptospirosis pada manusia erat kaitannya dengan pengetahuan, sikap, perilaku dan sanitasi rumah. Untuk itu perlu diketahui hubungan antara pengetahuan. Sikap, perilaku dan sanitasi rumah terhadap kejadian leptospirosis di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan : Memperkirakan seroprevalensi kasus leptospirosis dan mengukur hubungan antara faktor individu (tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan perilaku) dan sanitasi rumah dengan kejadian leptospirosis. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi pada 50 orang responden dan pemeriksaan darah dengan Lepto Tek (Fokus Leptospira IgM Cassete). Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat (Chi square). Hasil : Di antara 50 responden 78% berpendidikan rendah, rata-rata umur 52 tahun, 44% mempunyai pengetahuan yang kurang baik, 66% bersikap baik, 48% berperilaku tidak baik, sanitasi yang buruk 38% ,84% melihat tikus di rumah dan 76% memelihara hewan ternak. Hasil pemeriksaan darah dari 50 responden menggunakan Fokus Diagnostic Anti Leptospira IgM Cassette, 11 orang diantaranya positif (seroprevalensi 22,0%) Kesimpulan : Pengetahuan dan perilaku mempunyai hubungan yang bermakna secara bivariat dengan kejadian leptospirosis di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul.

Background : Leptospirosis is a zoonotic disease and it is a health problem in tropical and sub-tropical. Based on the reports of the Provincial Health Office Yogyakarta, leptospirosis incidence has been increasing since the year 2009-2011. Diagnosis of leptospirosis in humans can be established with the clinical symptoms and confirmed by laboratory tests is primarily based on serology. Transmission of leptospirosis in humans is closely related to knowledge, attitude, behavior and house sanitation. It is important to evaluate the relationship between knowledge, attitudes, behavior and house sanitation with the occurrence of leptospirosis in Bantul Yogyakarta. Purpose : To estimate the seroprevalence of leptospirosis and measure the relationship between individual factors (level of education, knowledge, attitudes and behaviors), and house sanitation with the occurrence of leptospirosis. Method : This was an observational analytic study with cross sectional design (cross-sectional). Data was collected through interviews and observations of respondents and 50 blood tests with Lepto Tek (Focus Leptospira IgM cassete). Data analysis were done with univariate and bivariate (Chi square). Result. Among the 50 respondents, 78% with low education, average age 52 years, 44% had poor knowledge, 66% being well, 48% not well behaved, poor sanitation 38%, 84% saw a mouse in the house and 76 % livestock raising. The results of blood tests of 50 respondents using Focus Diagnostics Anti-Leptospira IgM Cassette, 11 of them positive (22.0% seroprevalence) Conclusion : Knowledge and behavior, by bivariate analysis correlated with the occurrence of leptospirosis in Imogiri Bantul.

Kata Kunci : pengetahuan, sikap, perilaku, sanitasi rumah dan leptospirosis.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.