EFEKTIVITAS PENYULUHAN KEHUTANAN DALAM MENDUKUNG KEGIATAN KONSERVASI TANAH DAN AIR DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI KEDUANG KABUPATEN WONOGIRI
Agung Praptadi, Dr. Agr. Sri Peni Wastutiningsih
2013 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi PembangunanErosi yang terjadi di Sub DAS Keduang telah mengakibatkan tingginya sedimentasi Waduk Gajah Mungkur sehingga bisa mengganggu fungsi waduk sebagai pengendali banjir, sarana irigasi, pembangkit listrik, tempat wisata, dan perikanan. Kondisi ini diduga sebagai akibat dari pemanfaatan lahan di catchment area yang tidak mengindahkan kaidah konservasi tanah dan air. Perilaku masyarakat ini diduga akibat dari rendahnya tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam kegiatan konservasi tanah dan air yang disebabkan karena rendahnya efektivitas penyuluhan kehutanan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis kontribusi faktor-faktor efektivitas penyuluhan dari 3 dimensi yaitu tercapainya tujuan penyuluhan, keberlanjutan penyuluhan, dan kepuasan petani; 2) Mengidentifikasi perbedaan efektivitas penyuluhan kehutanan dalam mendukung kegiatan konservasi tanah dan air di bagian hulu, tengah, dan hilir; dan 3) Menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal petani terhadap efektivitas penyuluhan kehutanan dalam mendukung kegiatan konservasi tanah dan air. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan cara survey yang mengambil sampel sebanyak 140 orang petani yang terbagi dalam 4 desa. Pemilihan lokasi dilakukan dengan teknik multi stage random sampling. Pemilihan responden dilakukan dengan cara random terhadap petani yang tergabung dalam kelompok tani di desa terpilih. Bagian hulu terpilih Desa Setren Kecamatan Slogohimo dengan jumlah responden 35 orang, bagian tengah terpilih Desa Jendi Kecamatan Girimarto dengan jumlah responden 35 orang, dan bagian hilir terpilih 2 desa yaitu Desa Sumberejo Kecamatan Jatisrono dan Desa Pondoksari dengan jumlah responden masing-masing 35 orang. Teknik analisis data menggunakan analisis factor, analisis of varians, dan analisis regersi linear berganda. Hasil analisis diketahui bahwa: 1) Factor tercapainya tujuan penyuluhan menyumbang 17,66%, keberlanjutan penyuluhan menyumbang 9,95%, dan kepuasan petani menyumbang 7,52% terhadap efektivitas penyuluhan kehutanan, sedangkan 64,87% disumbang oleh factor lain di luar ketiga factor tersebut; 2) Rerata efektivitas penyuluhan kehutanan dalam mendukung kegiatan konservasi tanah dan air pada bagian hulu, tengah, dan hilir berbeda; 3) Efektivitas penyuluhan kehutanan dalam mendukung kegiatan konservasi tanah dan air dipengaruhi oleh motivasi, keinovatifan materi penyuluhan, pengalaman bertani, persepsi terhadap penyuluh, dan frekuensi mengikuti penyuluhan.
Erosion which happens in Keduang Sub-watershed has resulted sedimentation intensively of Gajah Mungkur Dam. It can disrupt function of the dam as flood control, irrigation, power generation, tourism, and fisheries. Hypothesis of this condition is as results of land use catchment area that do not following of rules soil and water conservation. In addition, level of people behavior is assumed as follows: low levels of knowledge, attitudes, and skills in terms of soil and water conservation caused by lack of effectiveness forestry extension. This study aims to: 1) analyze contribution extention effectiveness factors of 3 dimensions: goal achievement of extension, sustainability of extension, and farmer satisfaction; 2) identifies differences effectiveness of forestry extension that is supporting soil and water conservation activities on three levels: upstream, midstream, and downstream; and 3) analyze influence of internal and external farmer factors regarding effectiveness forestry extension in terms supporting soil and water conservation activities. The study was conducted using descriptive method, survey, with 140 farmer’s sample which divided in 4 villages. Selection of location is done by multi-stage random sampling technique. Then, selection of respondents is done by random sampling on farmers in selected villages. On upstream area was selected Setren Village in Slogohimo Sub District by 35 respondents, midstream area was selected Jendi Village in Girimarto Sub District with 35 respondents and downstream area was selected two villages, Sumberejo Village in Jatisrono Sub District and Pondoksari Village in Nguntoronadi Sub District with each 35 respondents. Data analysis technique uses factor analysis, analysis of variance, and multiplelinear regression analysis. The results of analysis found: 1) Contribution of goal achievement of extention factor 17.66%, sustainability of extension 9.95% and farmer satisfaction 7.52% to effectiveness of forestry extension, while 64.87% contribution by other factors reach 64.87%, 2) Mean of effectiveness forestry extension in terms supporting of soil and water conservation activities in upstream, midstream, and downstream is different; 3) effectiveness of forestry extension in supporting conservation of soil and water affected by motivation, innovation material, farming experience, farmer perception to the facilitator, and frequency of attending extension activities.
Kata Kunci : Efektivitas penyuluhan, konservasi tanah dan air, Sub DAS Keduang.