KARAKTERISTIK HABITAT PENELURAN PENYU DI PESISIR KABUPATEN KULON PROGO
Kuntum Febriyantiningrum, Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U.
2013 | Tesis | S2 BiologiPenyu tergolong satwa yang terancam punah dan dilindungi. Kabupaten Kulon Progo memiliki pantai-pantai yang menjadi tempat pendaratan penyu untuk bertelur, seperti Pantai Trisik dan Pantai Glagah. Potensi wisata dan rencana pengembangan di wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo meningkatkan kerusakan habitat peneluran penyu sehingga memerlukan upaya konservasi untuk menyelamatkan habitat tersebut. Karakteristik habitat peneluran penyu merupakan salah satu langkah untuk memulai upaya konservasi. Penelitian berlangsung pada bulan Juni-November 2012 dan terbagi ke dalam 4 lokasi, yaitu di Pantai Trisik, Pantai Bugel Peni, Pantai Glagah dan Pantai Congot. Data diperoleh melalui survei lapangan dengan metode “purposiv sampling†dan in-depth-interview dengan masyarakat sekitar. Data karakteristik habitat peneluran dan sarang, distribusi sarang, serta jenis penyu yang mendarat digunakan sebagai data awal untuk konservasi habitat. Jumlah sarang dihitung dengan metode nesting count dan dicatat koordinatnya dengan GPS untuk dijadikan peta distribusi sarang telur penyu. Identifikasi jenis penyu yang mendarat dilakukan dengan pengamatan langsung, pengamatan jejak atau track yang ditinggalkan serta pengamatan morfologi pada tukik yang menetas. Berdasarkan pengamatan, habitat peneluran penyu merupakan pantai yang landai dengan kemiringan antara 11o-19o yang terdapat vegetasi berupa Spinifex littoralis dan Pandanus tectorius. Jenis penyu yang mendarat adalah Lepidochelys olivacea dan Chelonia mydas. Penyu lekang paling banyak dijumpai di Pantai Trisik. Pengambilan telur penyu dan pengembangan wilayah pesisir merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup penyu. Hal ini dapat diatasi dengan pemantauan habitat peneluran dan pengadaan upaya konservasi.
Sea turtle classified as endangered and protected species. Kulonprogo District has beaches that became the habitat for sea turtle to lay eggs, such as Trisik Beach and Glagah Beach. The potential development plans in Kulonprogo coastal districts increase damage of nesting habitat for sea turtle, so its needs conservation efforts to save the habitat. One of the conservation efforts that can be done is to examine the characteristics of turtle nesting habitat. The study have been did from June-November 2012 and divided into four stations, they are Trisik Beach, Bugel Peni Beach, Glagah Beach and Congot Beach. Data obtained through field surveys with purposive sampling method and in-depth-interviews with the surrounding community. Data taken in the form of nesting habitat and nest characteristics, nest distribution, and the type of land turtle. The number of nests counted by the method of nesting count and marked the location with a GPS then be analyzed to map the distribution of nesting turtle nests. Identify the type of turtle landing done by observation traces or tracks left and morphological observations on the hatchlings that hatched in each nest. Based on these observations, turtle nesting habitat is a sloping beach with a slope ranging from 11o-19o vegetation contained such as Spinifex littoralis and Pandanus tectorius. The kind of sea turtle that landing and laying egg in Kulon Progo coastal district are Lepidochelys olivacea and Chelonia mydas. Olive ridle turtle most often found cracked Trisik Beach. Egg collection and the development of coastal areas is a threat to their survival. This can be mitigated by monitoring and provision of nesting habitat conservation efforts.
Kata Kunci : penyu, karakteristik, habitat peneluran, konservasi