RESPON ASIA TENGGARA TERHADAP KEBIJAKAN ANTI TERORISME AMERIKA SERIKAT
Ezza Hanindya Mufti, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2013 | Tesis | S2 Magister Perdamaian & Resolusi KonflikPenelitian yang medasarkan pada studi literature mengenai respon Asia Tenggara terhadap perubahan kebijakan anti terorisme Asia Tenggara ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk mengetahui apa pengaruh kebijakan anti terorisme Amerika Serikat terhadap Asia Tenggara pasca peristiwa 11 September 2001 dan tujuan kedua bagaimana Asia Tenggara merespon perubahan kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan berubahnya kebijakan anti terorisme Amerika Serikat, maka isu keamanan global dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Perang melawan terorisme di Asia Tenggara telah menyebabkan berubahnya sikap pemerintah dalam menghadapi masalah separatism di Asia Tenggara. Dengan bantuan sekutunya dan dengan menggunakan kekuatannya sebagai negara adikuasa, Amerika Serikat menekan negara-negara Asia Tenggara untuk tunduk dan patuh atas kebijakan anti terorismenya. Ini juga dilakukan karena sebenarnya Amerika Serikat memiliki berbagai kepentingan baik ekonomi dan politik terhadap Asia Tenggara. Pada umumnya pemerintah negara-negara Asia Tenggara semakin memperketat pengawasan terhadap sejumlah kelompok yang diduga memiliki keterkaitan dengan ikatan kerjasama Al-Qaeda seperti JI dan MILF. Perubahan sikap pemerintah ini tidak lepas dari peran Amerika Serikat dalam menjalankan strategi globalnya melawan terorisme. Namun, kebijakan anti terorisme Amerika Serikat ini menunjukkan kegagalan Amerika dalam melihat kenyataan bahwa masalah konflik yang berbasis agama, konflik, etnis, pemisahan diri dan konflik fundamentalis lainnya sudah terdapat di negara-negara Asia Tenggara jauh sebelum peristiwa 11 September 2001.
The study, based on the study of literature on Southeast Asian responses to changes in Southeast Asian anti-terrorism policy has two main objectives. First, to determine what effect anti-terrorism policy of the United States to Southeast Asia after 9/11 and the second goal how Southeast Asia respond to the policy change. This study uses descriptive secondary data collection. The results showed that the changes of anti-terrorism policy of the United States, the issue of global security has quickly spread around the world. The fight against terrorism in Southeast Asia has led to changes in the attitude of the government in dealing with separatism in Southeast Asia. With the help of allies and the use of its power as a superpower state, the United States pressuring countries of Southeast Asia to obey the anti-terrorism policy. This is also done for the United States actually has economic and political interests to the South-East Asia. In general, governments of Southeast Asia increasingly tighten oversight of a number of groups who allegedly have links with Al-Qaeda cooperation such as JI and the MILF. Changes in the government's attitude is also because the role of the United States in implementing global strategy against terrorism. However, anti-terrorism policy of the United States of America shows a failure in view of the fact that the issue of conflict based on religion, conflict, ethnic secession and other fundamentalist conflicts already exist in Southeast Asia long before the 9/11.
Kata Kunci : terorisme, respon Asia Tenggara, pasca 11 September 2001