Analisis Karakter dan Persepsi Wisatawan Mancanegara Terhadap Produk Wisata di Kawasan Prawirotaman
Reiza Miftah Wirakusuma, Drs. Bambang Sunaryo, M.Sc., M.S.
2013 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturPenelitian ini dilakukan atas dasar dikenalnya Prawirotaman, Yogyakarta sebagai kawasan wisata oleh wisatawan mancanegara sejak tahun 1974. Kekuatan nilai historis, pengrajin batik dan suasana akomodasi yang santai menjadikan nilai yang sangat berharga bagi suatu daya tarik wisata. Lalu bagaimanakah dengan kondisi saat ini, dengan adanya perkembangan teknologi dan semakin tingginya persaingan perhotelan di Yogyakarta, penelitian ini akan mengungkap apa yang mempengaruhi wisatawan mancanegara datang ke kawasan Prawirotaman. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui profil dan karakter wisatawan mancanegara dilihat dari segmentasi psikografis, geografis, demografis dan tren wisata. Selanjutnya, mengetahui persepsi wisatawan mancanegara mengenai kawasan prawirotaman melalui faktor daya tarik, aksesibilitas, ketersediaan fasilitas, harga, pelayanan, periklanan, jumlah kunjungan, lama kunjungan dan tingkat pengeluaran. Terakhir, mengetahui pengaruh faktor yang dominan dari persepsi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dan kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Temuan-temuan yang dihasilkan yaitu Wisatawan Mancanegara yang berkunjung ke Kawasan Prawirotaman didominasi 5 besar kewarganegaraan, yaitu Belanda, Jerman, Perancis, USA, dan Jepang. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa (1) Adanya pengaruh secara parsial antara variabel daya tarik terhadap kunjungan wisatawan mancanegara. Hal ini menyatakan bahwa variabel Daya Tarik dapat berpengaruh secara mandiri tanpa variabel lain. Hal ini juga menandakan bahwa kekuatan daya tarik kawasan yang utama adalah kompleks kuliner internasional yang sangat bervariasi dengan harga yang terjangkau disamping suasana dan ketersediaan akomodasi. (2) Karakter wisatawan mancanegara mempengaruhi kombinasi dari produk wisata yang ditawarkan Kawasan Prawirotaman. Diketahui bahwa karakter segmentasi demografis ternyata lebih dominan untuk menentukan pola perjalanan.
The research was conducted on the fact that Prawirotaman, Yogyakarta has been well known as a tourist attraction since 1974. The power of historical value, Batik Craftsmen and relaxed atmosphere generate the value of the accommodation which was very precious to be a tourist attraction. What is the current conditions nowadays, with the rapid improvement of technology and increasing of numerous new hotel in Yogyakarta? This study will reveal what affect foreign tourists for coming to Prawirotaman. The objectives of this research is to identify profile and character of foreign tourists from psychography, geography, and demography segmentation as well as tourism trend. Next, to identify the perception of foreign tourists from tourist attraction, accesibility, amenities, price, service quality, advertising, number of visit, length of stay, and expenditure. Last, to identify which factor is the most influencing foreign tourists perception in Prawirotaman. The research methods that have been used such as quantitative in multiple regression analysis and qualitative in analysis descriptive. These findings generated the biggest 5 market by nationality such as Netherland, Germany, France, USA and Japan. From the analysis can be concluded that (1) There is an existence of the partial effect between variable of attraction with tourist arrivals. This emphasizes that variable of attractions is influencing independently without other variables. Furthermore, it is also indicating that the power of Prawirotaman is an affordable international culinary complex with afforadble price as well as serenity ambience and various types of accommodation. (2) The character of foreign tourists affect the combination of tourism products offered by Prawirotaman Tourism Operators (Hotels, Travel Agents, Restaurants). As the highlight, the characters of foreign tourists are more influenced by demographic segmentation in choosing travel patterns.
Kata Kunci : Produk Wisata, Prawirotaman, Persepsi, Karakter, Wisatawan Mancanegara