ARSITEKTUR OMAH BUNDER
SATRIO HASTO BROTO WIBOWO, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturPenelitian arsitektur omah bunder berlokasi di desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Arsitektur omah bunder merupakan jenis rumah hunian masyarakat petanen (kaum petani) suku Jawa di pedesaan pulau Jawa. Terdapat fenomena-fenomena yang khas yang belum terkuak hingga kini, sehingga masih menjadi pengetahuan arsitektur yang tersembunyi. Beberapa fenomena penting adalah adanya pengetahuan bunder dalam istilah namun tidak bunder dalam bentuk hunian secara empiris. Disisi lain terdapat juga adanya nilai-nilai transenden yang berkembang di masyarakat yang turut membentuk keberadaan arsitektur omah bunder. Melalui paradigma dan metode fenomenologi Naturalistik dari Yvonna S. Lincoln dan Egon G Guba (1985) dan didukung oleh Noeng Moehadjir (2000), Norman K. Denzin dan Y Yvonna S. Lincoln (2009) dan John W.Chreswell (1998); fenomena arsitektur omah bunder tersebut dieksplorasi untuk direkonstruksi dari konstruksi yang ada di lapangan. Dari hasil eksplorasi dan pembahasan maka dihasilkan konsep bunder, “konstruksi†arsitektur omah bunder yang kemudian didefinisikan dan dideskripsikan menjadi kaidah arsitektur omah bunder.
Omah bunder architecture research district is located in the village Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Omah bunder architecture is a type of community residential home tribal farmers in rural Java, Java island. There is a phenomenon poculiar phenomenon that has not been revealod until now, so it is still hidden architectural knowledge. Some Fenomena important is the knowledge but it does not bunder. Bunder in terms of occupancy in the form of the empirical. One other hand thore is also the trancendent values that developed in the cummunity who helped shape the architectural presence omah bunder. Through naturalistic paradigm and the phenomenological method of Yvonna S. Lincoln dan Egon G Guba (1985) dan didukung oleh Noeng Moehadjir (2000), Norman K. Denzin dan Y Yvonna S. Lincoln (2009) dan John W.Chreswell (1998); phenomenon omah bunder architecture is exposed for the reconstruction of the existing construction in the field. The result of exploration and discussion of the resulting concept bunder, “construction†omah bunder architecture are than defined and describted to the rules of omah bunder architecture.
Kata Kunci : arsitektur omah bunder, konsep bunder, konstruksi omah bunder, kaidah arsitektur omah bunder