MIKROSIMULASI PENERAPAN TRANSJOGJA BUSWAY DAN TRANSJOGJA AREA TRAFFIC CONTROL SYSTEM (ATCS)
ANUGRAH ILAHI, Prof. Dr. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc.
2013 | Tesis | S2 Mag. S. & T.TransportasiPengoperasian Bus Transjogja saat ini tercampur dengan kendaraan lain, hal ini memberi dampak bagi lalulintas sekitar ketika dilakukan pengoperasian. Pengaruh tersebut berupa performa waktu perjalanan dan tundaan Bus Transjogja, dan pengaruh terhadap antrian dan tundaan bagi kendaraan lain. Di sisi lain terdapat rencana perbaikan pengoperasian Bus Transjogja yang ingin menerapkan jalur khusus (busway), dan penerapan prioritas lampu lalulintas pada simpang bersinyal (ATCS). Dalam penelitian ini akan dilakukan simulasi dan membandingkan empat kondisi, antara lain eksisting, Busway, ATCS, dan Busway dengan ATCS, sehingga diketahui dampak yang ditimbulkan, apabila diimplementasikan pada kondisi nyata. Simulasi dilakukan dengan microsimulation menggunakan software AIMSUN 6.1. Diperoleh bahwa dengan melakukan perubahan skema perjalanan Bus Transjogja dengan menggunakan jalur khusus busway, penerapan ATCS, danbusway dengan ATCS, performa simpang bersinyal terbaik diperoleh dengan menerapkan ATCS, didapat bahwa lima dari sembilan simpang mengalami penurunan antrian dan tundaan di simpang bersinyal. Penerapan alternatif dengan menerapkan jalur khusus busway ataupun busway dengan ATCS, memberikan dampak negatif terhadap performa persimpangan yaitu meningkatkan antrian dan tundaan, hal ini dapat disebabkan karena jalur khusus bagi Bus Transjogja memakan jalur bagi pengguna kendaraan pribadi, sehingga kapasitas jalan bagi kendaraan lain menurun.Waktu perjalanan Transjogja skenario busway dengan ATCS selama 10' 45\", dengan penurunan waktu perjalanan sebesar 41,23%. Diikuti oleh skenario busway sebesar 22,86%, dan 14,15% pada skenario ATCS. Tundaan tersingkat juga terjadi pada skenario busway dengan ATCS dengan ratarata tundaan 5' 38†dengan penurunan waktu tundaan sebesar 57,45%, diikuti oleh skenario busway sebesar 32,13%, dan 19,90% pada skenario ATCS.
Nowadays, Bus Transjogja Operation mixed with other vehicles, that pattern of operation of Bus Transjoga give impact for other vehicle and Bus Transjogja performance that are travel time and delay performance of Bus Transjogja, and influence on queues and delays for other vehicles. On the other hand have a plan to increase of Bus Transjogja performance, which want to apply a special line (busway), and give priority of traffic signals at the Signalized intersection (ATCS). In this research was conducted and compared four conditions of simulation, such as: existing, Busway, ATCS, and Busway with ATCS, so we know the impact, if that implemented on real condition. Simulation was conducted using microsimulation software AIMSUN 6.1. The result of this research showed that the schema changed of Bus trip Transjogja by using a special lane busway, ATCS, and busway with ATCS, the best performance signalized intersections obtained by applying the ATCS, that five of nine intersections experiencing queues and delays decreased at signalized intersections. Application of alternative by applying busway or busway with ATCS, were giving negative impact the performance of the intersection by increasing queues and delays, this can be due to a special lane for Bus Transjogja consuming paths of lane for users of private vehicles, so the capacity of the road for other vehicles traveling became smaller. Shortest Average Travel time occurred by Transjogja busway with ATCS 10' 45\", with 41,23% of travel time reduction, 22.86% Followed by scenario busway and 14.15% in scenario ATCS. Shortest delay also occurred in busway with ATCS scenario, average delay 5' 38†with delay reduction 57.45%, 32.13% followed by busway scenario, and 19.90% in ATCS scenario.
Kata Kunci : Bus Transjogja, Busway, ATCS, Antrian, Tundaan, Waktu Perjalanan