EVALUASI JEMBATAN DENGAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM (BMS) (Studi Kasus : Jembatan Nasional pada Jalan di Propinsi Maluku)
Erwin Marasabessy, ST., Dr.-Ing. Ir. Andreas Triwiyono
2013 | Tesis | S2 Teknik SipilJembatan sebagai sarana transportasi mempunyai peranan yang sangat penting bagi kelancaran pergerakan lalu lintas. Keberhasilan peranan dan fungsi jembatan bergantung pada pengelolaan yang dilakukan oleh pengelola jembatan. Pemerintah saat ini melalui Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjan Umum telah menggunakan suatu sistem pengelolaan jembatan yang dikenal dengan Sistem Manajemen Jembatan (SMJ) atau Bridge Management System (BMS). Sistem ini memungkinkan untuk membuat rencana dengan cara sistematis dan menyediakan prosedur seragam untuk semua aktivitas jembatan pada tingkat nasional dan propinsi. Berdasarkan data Satker Perencanaan Jalan dan Jembatan Propinsi Maluku, Balai Pelaksana Jalan Nasioal Wilayah IX Maluku – Maluku Utara tahun 2011, total panjang jembatan nasional di Propinsi Maluku 15.238,01 M dengan jumlah total jembatan sebanyak 562 buah. Khusus di Pulau Ambon terdapat 52 buah jembatan dengan total panjang 1.176,25 M. Penelitian ini dilakukan pada beberapa jembatan nasional propinsi Maluku di pulau Ambon, yaitu Jembatan Wai Batu Merah, Wai Ruhu, Wai Lawa, Wai Yari dan Jembatan Tua. Penilaian kondisi jembatan dilakukan secara visual untuk mengetahui kondisi existing jembatan secara keseluruhan mengacu pada standar Bridge Management System (BMS) dan dengan bantuan Sistem Informasi Bridge Management System (SIM-IBMS) yang berbasis komputer. Hasil Nilai Kondisi untuk kelima jembatan menurut Bridge Management System (BMS) yaitu pada Jembatan Wai Batu Merah, Jembatan Wai Ruhu, Jembatan Wai Lawa, Jembatan Wai Yari, dan Jembatan Wai Tua masing-masing nilainya 2,1,2,1,2. Hasil nilai kondisi kelima jembatan tersebut menunjukan bahwa kondisinya termasuk dalam kategori baik – rusak ringan. Berdasarkan Skrining Teknis, usulan penanganan untuk kelima jembatan tersebut berupa rehabilitasi sub-elemen untuk Jembatan Wai Batu Merah, Wai Ruhu, Wai Lawa, dan Jembatan Wai Tua, sedangkan untuk jembatan Wai Yari berupa pemeliharaan rutin. Biaya perbaikan kerusakan untuk kelima jembatan adalah Jembatan Wai Batu Merah sebesar Rp.149.138.238,00, Jembatan Wai Ruhu sebesar Rp. 81.048.000,00, Wai Lawa sebesar Rp.174.579.106,10, Wai Yari sebesar Rp. 79.233.324,01000 dan Jembatan Wai Tua sebesar Rp.238.323.258,60
Bridges as transport infrastructures play a vital role in smoothing traffic flows. The success of a bridge in playing its role and serving its function depends on its management. Currently, the government, through the Directorate General of Highways of the Ministry of Public Work, has used a system to manage bridges, known as the Bridge Management System (BMS). The system allows a systematic plan and provides a uniform procedure for all bridge operation activities on the national and provincial level. Data from Implementation Agency of National Inter-Urban Roads of Area IX, Maluku—Northern Maluku in 2011, indicate that the total length of national roads in Maluku Province is 15.238,01 M, with a total of 562 bridges. In Ambon Island, especially, there are 52 bridges totaling 1.176,25 m in length. The study was conducted at several inter-urban bridges in Maluku Province of Ambon Island: Wai Batu Merah, Wai Ruhu, Wai Lawa, Wai Yari and Wai Tua bridges. Assessment of bridge structure conditions was conducted visually to determine the conditions of the existing bridges comprehensively by referring to the Bridge Management System (BMS) complemented with a computer-based Bridge Management Information System (BMIS). Condition scores for the five bridges—Wai Batu Merah, Wai Ruhu, Wai Lawa, Wai Yari, and Wai Tua—according to Bridge Management System, are 2, 1, 2, 1, 2, respectively. The scores of the five bridges indicate that their physical condition can be categorized as good or with minor defects. Based on technical screening, the proposed treatment for Wai Batu Merah, Wai Ruhu, Wai Lawa, dan Wai Tua bridges is the rehabilitation of their sub-elements. As for the Wai Yari bridge, the treatment will be routine maintenance. The defect repair costs are IDR149.138.238,00, IDR81.048.000,00, IDR174.579.106,10, IDR79.233.324,01 and IDR238.323.258,60 for Wai Batu, Wai Ruhu, Wai Lawa, Wai Yari, and Wai Tua Bridges, respectively.
Kata Kunci : Jembatan, Nilai Kondisi, Biaya Penanganan