Laporkan Masalah

DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERSAWAHAN TERHADAP PRODUKSI BERAS DALAM RANGKA KETAHANAN PANGAN (STUDI KASUS DI KABUPATEN TANGERANG)

DYAH MAY KARINI, Prof. Drs. Kasto, MA

2013 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tesis ini adalah untuk memperkirakan luasan lahan persawahan yang telah dialih fungsikan ke lahan non-persawahan pada tahun 2015, mengetahui penyebab alih fungsi lahan persawahan di Kabupaten Tangerang, mengetahui dampak alih fungsi lahan persawahan terhadap produksi beras dalam rangka ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang sampai pada tahun 2015. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, untuk kuantitatif dengan melakukan pengumpulan data sekunder dari dinas Tataruang, dinas Peternakan dan Pertanian, Badan Ketahanan Pangan serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang. Untuk melengkapi data kuantitatif penulis menerapkan metode kualitatif yang dalam penelitian melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang berkompeten serta dengan para petani, sehingga dapat semakin memperjelas isi dari tesis ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, alih fungsi lahan persawahan di Kabupaten Tangerang dari tahun ke tahun terus semakin meningkat, hal ini dipengaruhi oleh perubahan struktur ekonomi serta peningkatan fasilitas infrastruktur dan tingginya pertumbuhan penduduk. Luas lahan sawah secara nyata berpengaruh pada peningkatan produksi padi secara total, sedangkan luas lahan sawah yang beralih fungsi ke non sawah belum dapat membuktikan berpengaruh menurunkan produksi padi total di Kabupaten Tangerang jika ditunjang dengan teknologi pertanian serta intensifikasi pertanian, namun apabila dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan penduduk Kabupaten Tangerang akan beras masih kurang, sehingga pemerintah daerah Kabupaten Tangerang harus mendatangkan beras dari daerah lain (misalnya Cianjur, Subang, Karawang dan lain sebagainya) untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Goals to be achieved in this thesis is to estimate the extent of paddy fields which have been converted to enable the non-paddy land in 2015, knowing the cause of the rice land conversion in Tangerang regency, determine the impact ofland conversion to paddy rice production in the frame work of food security in Tangerang regency until 2015. Research using quantitative and qualitative methods to quantitative secondary data collection from spatial planning department, Animal Husbandry and Agriculture department, Food Security Agency and the Central Statistics Agency (BPS) Tangerang regency. To complement the quantitative data the authors apply the method of qualitative research interviews with the parties who are competent and with the farmers, so as to further clarify the content of this thesis. The results showed that, over the function of paddy fields in the district of Tangerang from year to year continues to increase, it is influenced by changes inthe economic structure and improving infrastructure facilities and high population growth. Extensive wet land significantly affect the increase in rice production in total, while the area of land converted to rice fields has not been able to prove the non-effect of reducing the total rice production in Tangerang regency if technology of farmers and intensification of farmers do it, but when connected to the fulfillment of the needs of the Tangerang District of rice is still lacking, so that Tangerang regency government had to buy rice from other regions (eg Cianjur, Subang, Karawang and etc) to meet those needs

Kata Kunci : alih fungsi persawahan, produksi beras


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.