Laporkan Masalah

KOREAN POP MUSIC SEBAGAI DIPLOMASI PUBLIK KOREA SELATAN DI INDONESIA

Patria Nurhari, Drs. Riza Noer Arfani, MA

2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Korean Wave atau disebut juga Hallyu telah menjadi fenomena global dalam satu decade terakhir. Gelombang budaya populer Korea Selatan tidak hanya berhenti di drama dan fim saja, tapi kembali membuat gelombang kedua dengan industri musiknya, Korean Pop Music (K-Pop). Kehadiran K-Pop segera menjadi fenomena di tingkat global, bahkan melalui K-Pop, Korea Selatan bisa masuk ke dalam industri music Amerika Serikat yang terkenal protektif. Sebagai bagian dari komunitas Internasional, Indonesia ikut merasakan dampak dari fenomena K-Pop. Indonesia dengan kemajemukan masyarakatnya bukan suatu kendala bagi K-Pop untuk meraih popularitas, terlebih memang bangsa Indonesia terkenal sangat adaptif terhadap perkembangan buadaya asing. Kondisi ini tentu saja dijadikan strategi Korea Selatan sebagai soft power untuk perpanjangan agenda kepentingan nasionalnya, terutama di bidang ekonomi. Meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap Korea Selatan melalui K-Pop menjadi jembatan pertumbuhan konsumsi produk-produk non- budaya Korea Selatan. Peran K-Pop menjadi penting dalam hal ini dengan mengambil peran menjadi Duta untuk pariwisata, fashion, hingga kerjasama militer. Hal ini membuktikan bahwa soft power juga mampu menunjang urusan high politics. Dukungan dari Indonesia diperlukan Korea Selatan dalam konstelasi hubungan internasional, terutama di kawasan. Bisa ditarik kesimpulan bahwa K-Pop merupakan diplomasi publik yang berhasil.

Korean wave, also known as hallyu became phenomenon throughout the world in last decade. It didn’t stop in drama or movie only, but comes with second wave through its music industry, Korean Pop Music (K-Pop). Soon, K-Pop gained popularity and became global phenomenon. As a part of international community, Indonesia also felt the impacts of K-Pop. Diversity society of Indonesia is not a problem for K-Pop to gain its popularity there, beside Indonesian also recognized as adaptive society for foreign culture. South Korea used this situation to implement its soft power in order to reach its national interests, especially in economy sector. While the brand awareness of South Korea increased in Indonesian through K-Pop, South Korea’s companies use it as a mean to increase their product’s volume. K-Pop’s roles are broadening by taking part in military cooperation among countries. The situation proved significant role of soft power on high politic matters. International support, in this case Indonesia, is needed by South Korea to face its dynamic international relations, especially in East Asia region. As conclusion, public diplomacy held by South Korea in Indonesia considered succeeds.

Kata Kunci : K-Pop, Hallyu, Korea Selatan, Indonesia, soft power, diplomasi publik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.