PERBANDINGAN RESIDU OKSITETRASIKLIN PADA IKAN NILA (Oreochromys niloticus) YANG DIINFEKSI Aeromonas samonicida DAN Aeromonas hydrophila
DYAH RATNA HARLISSA, Prof. Dr. drh. Kurniasih, M.V.Sc.
2013 | Tesis | S2 Sain VeterinerPengunaan antibiotik Oksitetrasiklin (OTC) pada peternakan dan akuakultur berdampak pada adanya residu antibiotik dalam makanan dan terbentuknya resistensi bakteri terhadap OTC pada hewan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui sensitifitas Aeromonas salmonicida dan Aeromonas hydrophila terhadap OTC dalam daging ikan. 2) kadar residu OTC dalam daging ikan pada minggu dan 4c minggu sesudah pengobatan. Sebanyak 50 ekor ikan nila sehat terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1, ikan tanpa perlakuan berjumlah 10 ekor, kelompok 2 dan 3 masing-masing berjumlah 20 ekor diinfeksi secara intramuskuler dengan A. salmonicida dan A. hydrophilar masing-masing sebanyak 0,1 ml konsentrasi 10 6 CFU sel/ml. Pengobatan dilakukan 6 hari pasca infeksi dengan Oxyvet® selama 5 hari berturut-turut secara rendaman dengan dosis 30 mg/ L, selama 4 jam. Pada hari ke-7 dan minggu ke-4 pasca pengobatan dibunuh masing- masing 5 ekor ikan pada tiap kelompok untuk deteksi residu antibiotika secara kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif menggunakan metode Kierby Bauer. Uji kuantitatif residu antibiotik menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Pada uji kualitatif tidak terdeteksi adanya residu OTC dalam daging ikan nila pada 7 hari dan 4 minggu pasca pengobatan. Pada uji kuantitatif ikan yang diinfeksi A. salmonicida menunjukkan adanya residu OTC pada 7 hari pengobatan sebanyak rata-rata 0,115 µg/g dan pada minggu ke-4 pasca pengobatan rata-rata adalah 0,006 µg/g sedang pada kelompok ikan yang diinfeksi A. hydrophila pada 7 hari pasca pengobatan menunjukkan adanya residu OTC rata-rata 0,088 µg/g dan pada 4 minggu pasca pengobatan yaitu rata-rata 0,002 µg/g. Histopatologi ikan yang diinfeksi A. salmonicida menunjukkan keradangan pada insang, kulit, ginjal, jantung serta usus yang tampak lebih berat dibandingkan infeksi A. hydrophila.
The use of antibiotics oxytetracycline (OTC) on farms and aquaculture impact on the antibiotic residues in food and the formation of bacterial resistance to OTC in animals and humans. This study aimed to 1) determine the sensitivity of Aeromonas salmonicida and Aeromonas hydrophila against OTC in fish flesh. 2) OTC residue levels in meat and fish for 4 weeks after treatment. A totally of 50 healthy tilapia fish are divided into 3 groups. Group 1, no treatment were 10 fish tail, group 2 and 3 amounted to 20 birds infected intramuscularly with A. salmonicida and A. hydrophila each 0.1 ml concentration of 106 CFU cells/ml. Treatment is 6 days post-infection with Oxyvet ® for 5 consecutive days in the marinade with a dose of 30 mg/L, for 4 hours. On the 7th day and 4 weeks posttreatment killed each 5 fish in each group for the detection of antibiotic residues qualitatively and quantitatively. Qualitative test method by Kierby Bauer. Quantitative test antibiotic residues using High Performance Liquid Chromatography (HPLC). In the qualitative test was detected no residues in meat OTC tilapia at 7 days and 4 weeks post-treatment. In the quantitative test fish infected A. salmonicida showed OTC residues at 7 days of treatment, an average of 0.115 ug/g, and in the 4th week post-treatment was 0.006 ug/g were in the group of fish infected by A. hydrophila at 7 days post-treatment showed a residual OTC 0.088 ug/g and at 4 weeks post-treatment, was 0.002 ug/g. Histopathology of fish infected by A. salmonicida showed Inflammation of the gills, skin, kidneys, heart and intestinal infections seem more severe than A. hydrophila.
Kata Kunci : Oksitetrasiklin, A. hydrophila, A. salmonicida, Kierby Bauer, KCKT