Laporkan Masalah

DINAMIKA PSIKOLOGIS PASIEN PSIKOSIS FASE AWAL DALAM PROSES RE-INTEGRASI DENGAN MASYARAKAT DALAM KONTEKS BUDAYA JAWA STUDI KASUS

R Budi Sarwono, Subandi, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini menyelidiki bagaimana stigma dan dukungan sosial bersama sama membangun dinamika psikologis pada diri pasien psikosis fase awal , ketika ia melakukan proses re-integrasi kepada masyarakat, dalam konteks budaya Jawa. Stigma yang diserap dari bahasa asing seperti “stress” tidak terlalu membebani pasien psikosis, sebaliknya, kemampuan pasien memberikan makna baru bagi stigma yang berasal dari bahasa daerah, seperti “kocluk” akan berpengaruh pada keberhasilan mereka dalam melakukan integrasi kepada masyarakat. Penelitian ini juga meneliti dukungan emosional, penghargaan, instrumental, informasional serta dukungan jaringan sosial yang diberikan oleh masyarakat Jawa yang hidup dalam beberapa pranata sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sorot besar dinamika kognisi afeksi, dan konasi pasien psikosis fase awal yang hidup ditengah tengah stigma dan dukungan sosial dalam masyarakat Jawa yang unik. Data dikumpulkan dengan serangkaian wawancara, observasi, analisis data rekam medis kepada empat orang penderita psikosis episode pertama. Data yang didapatkan dari studi kasus ini, diolah dengan mengelompokkan tema-tema spesifik sehingga didapatkan tema-tema yang berkaitan dengan dinamika psikologis pasien, kemudian dianalisis dengan bangunan teori yang sudah ditentukan lebih dulu. Penelitian ini membuktikan sebuah antitesis bagi fenomena stigmafrenia yang berpendapat bahwa stigma akan menjadi kendala kedua bagi pasien psikosis dalam mendapatkan kesembuhan dan melakukan rekonsiliasi sosial. Dengan insight yang baik, dan kemampuan reframing, stigma dapat dimanfaatkan secara efektif untuk melakukan re-integrasi dengan masyarakat.

This study investigates how stigma and social support build psychological dynamics of psychosis in the patient who had recovered, when they made a process of re-integration to the community in the context of Javanese culture. Stigma is absorbed from a foreign language such as \"stress\" is not to overload the patient's psychosis, on the contrary, the ability of the patient gives new meaning to the stigma that comes from the local language, such as \"kocluk\" will affect their success in integrating to the community. This study also examines the emotional support, appreciation,instrumental, informational, and social network support provided by the Java community who live in some social institutions. This study aims to highlight the dynamics of cognition generate affection, and the initial phase konative psychosis patients who live amid the stigma and social support in the unique Java community. Data were collected with a series of interviews, observation, analysis of medical records to four people with early phase of psychosis. The data obtained from this case study, prepared by grouping specific themes so we get the themes related to the psychological dynamics of the patient, and then analyzed by building theories that have been determined first. This study proves the antithesis of the phenomenon stigmafrenia who argue that the stigma would be an obstacle both for psychotic patients to find healing and social reconciliation. With a good insight, and the ability of reframing, stigma can be utilized effectively for re-integration with society.

Kata Kunci : Stigma, Dukungan Sosial, Psikosis Fase Awal, Duration of Untreated Psychosis (DUP)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.