Laporkan Masalah

Assesment of community capacity on communal wastewater treatment in Yogyakarta

ANDI SUSANTO, Prof. Dr-Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc (Eng),

2013 | Tesis | S2 Pengel. Infrastruktur & Pembangunan Masy.

Sanitasi telah menjadi permasalahan utama di Kota Yogyakarta karena tingginya kontaminasi air sumur oleh limbah rumah tangga. Pemerintah Kota Yogyakarta telah membangun IPAL Komunal yang menggunakan DEWATS untuk mengolah limbah rumah tangga. Dalam pelaksanaannya, banyak dari IPAL Komunal tersebut yang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik walaupun Pemerintah Kota Yogyakarta telah melaksanakan pengembangan kapasitas masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kondisi IPAL Komunal saat ini di daerah penelitian. Selanjutnya adalah untuk menentukan sejauh mana peningkatan kapasitas masyarakat dari proses pengembangan kapasitas masyarakat untuk menunjang pengelolaan IPAL Komunal, untuk mengidentifikasi hambatan dalam pengembangan kapasitas masyarakat, untuk mengembangkan indikator yang berperan dalam kapasitas masyarakat dan strategi dalam peningkatan kapasitas masyarakat untuk menunjang keberlanjutan IPAL Komunal. Daerah studi penelitian ini adalah Kelurahan Pandeyan dan Pakuncen sebagai contoh IPAL Komunal yang dibangun oleh Badan Lingkungan Hidup pada tahun 2005 kemudian Kelurahan Rejowinangun dan Prawirodirjan yang termasuk dalam program IPAL Komunal dari Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah di tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus dan pendekatan partisipasi serta menggunakan analisa deskriptif dalam menggambarkan kondisi IPAL Komunal saat ini di daerah penelitian. Metode Laverack (2002) digunakan dalam menilai peningkatan kapasitas masyarakat dari program IPAL Komunal. Metode pengumpulan data adalah dengan tinjauan pustaka, wawancara semi- structured dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umumnya IPAL Komunal di daerah penelitian mampu mengolah limbah rumah tangga dengan baik. Dalam penilaian kapasitas masyarakat, baik Kelurahan Rejowinangun dan Pandeyan, peningkatan kapasitas terjadi di semua domain kapasitas masyarakat. Sementara di Kelurahan Pakuncen dan Prawirodirjan, kapasitas masyarakat masih perlu untuk ditingkatkan karena minimnya monitoring dan sosialisasi. Indikator yang mempengaruhi pengembangan kapasitas masyarakat adalah masalah ekonomi, konsultan dari masyarakat, pemberdayaan perempuan, peran pemerintah dan tindak lanjut program. Strategi yang diusulkan dalam pengembangan kapasitas masyarakat yaitu mengidentifikasi kondisi kapasitas masyarakat dengan penilaian kapasitas, menentukan tujuan jangka pendek dan panjang, perekrutan fasilitator dari masyarakat, membangun hubungan antar pemangku kepentingan, mengembangkan sistem informasi dan dukungan serta pemantauan perubahan kapasitas masyarakat

The sanitation has become a major issue in Yogyakarta because of high contamination of well water by domestic wastewater. The Government of Yogyakarta City has built Communal WWTP using the DEWATS to treat domestic wastewater. In the implementation, most of the Communal WWTP are not utilized properly even though the Government of Yogyakarta City has conducted community capacity building. The purposes of this study are to analyze the condition of Communal WWTP currently in the study area, to determine to what extent the improvements of community capacity of Communal WWTP from community capacity building process for self-management of Communal WWTP, to identify barrier in community capacity building, to develop an indicator framework that contributed to community capacity and to come up with strategies for improvement of community capacity to support Communal WWTP sustainability. Study areas of this research are Pandeyan and Pakuncen village as Communal WWTP sample built by Environment Agency in 2005, as well as the village of Prawirodirjan and Rejowinangun included in the Regional Settlement and Infrastructure Agency program of Communal WWTP in 2010. This research uses qualitative method with case study and participatory approach and descriptive analysis to describe existing condition of Communal WWTP in study area. Laverack (2002) method is used to assess community capacity improvement from Communal WWTP program. Methods of data collection are reviewing documents, semi-structured interview and observation. The results shows that in general Communal WWTP in the study area is able to treat domestic wastewater. In the assessment of community capacity, both of Rejowinangun and Pandeyan village ,capacity improvement occur in every domain of community capacity. While, in the village of Pakuncen and Prawirodirjan, the capacity still needs to be improved due to the lack of monitoring and outreaching. The indicators which affect the process of community capacity building are economy issue, internal agent, women empowerment, role of government and follow up. Some strategies could be proposed for community capacity building improvement namely, identifying existing community capacities with capacity assessment, determine short term and long term objective, local facilitator recruitment, linkages establishment between stakeholder, developing information systems, perform support and the monitoring of community capacity change.

Kata Kunci : Community capacity, Communal WWTP, domestic waste water, DEWATS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.