Laporkan Masalah

POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP KONFLIK DI SUDAN DARI TAHUN 1998-2011

BUDI UTAMI. S,IP, Dr. Siti Meuti’ah S, MA

2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui politik luar negeri Amerika Serikat yang diterapkan di Sudan, mengingat Sudan merupakan negara yang mengalami konflik etnis secara berkepanjangan. Adanya isu pelanggaran hak asasi manusia serta warga sipil yang menjadi korban karena adanya konflik etnis tersebut memicu adanya intervensi dari luar negara Sudan. Pada awalnya yang mendapatkan mandat resmi dari Dewan Keamanan PBB untuk melakukan intervensi di Sudan adalah Uni Afrika, akan tetapi Amerika Serikat juga aktif dalam menerapkan politik luar negeri di Sudan, melakukan intervensi kemanusiaan serta menjadi mediator dalam menyelesaikan konflik etnis di Sudan. Politik luar negeri yang dijalankan Amerika Serikat ke Sudan memiliki beberapa pertimbangan, pertama untuk menyelesaikan konflik etnis yang ada di Sudan, kedua untuk kepentingan nasional Amerika Serikat yang berhubungan dengan sumber daya alam yang ada di negara Sudan, khususnya Sudan Selatan. Cara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dalam menjalankan politik luar negeri di Sudan meskipun mendapat kecaman dari masyarakat internasional akan tetapi Amerika Serikat berhasil dalam menjalankan politik luar negeri di Sudan. Hal ini dibuktikan dengan adanya referendum perdamaian antara Sudan Utara dengan Sudan Selatan pada tahun 2005 dan pada tahun 2011 Sudan Selatan resmi memisahkan diri dari negara Sudan. Hal itu berarti Sudan Selatan telah resmi menjadi negara sendiri dan telah diakui oleh negara-negara lain. Untuk kepentingan nasional di neganya Amerika Serikat telah berhasil menjalin hubungan bilateral dengan Sudan, terbukti sekarang ini Amerika Serikat merupakan penerima hasil minyak bumi terbesar dari Sudan, khususnya dari Sudan Selatan.

This study aims to determine the foreign policy of the United States that implemented in Sudan since Sudan is a country that experienced a prolonged ethnic conflict. The issue of human rights violations as well as civilians who became victims because of the ethnic conflict triggered the need for outside intervention Sudan. At first the get the official mandate of the UN Security Council to intervene in the Sudan is the African Union, but the United States is also active in implementing foreign policy in Sudan, humanitarian intervention, and as a mediator in resolving the ethnic conflict in Sudan. Foreign policy that run the United States to Sudan have some consideration, first to resolve ethnic conflicts in Sudan, both for the United States national interest related to the natural resources that exist in the Sudan, particularly Southern Sudan. The way taken by the United States in carrying out its foreign policy in Sudan despite criticism from the international community but the United States succeeded in running its foreign policy in Sudan. This is evidenced by the referendum Sudan peace between North and South Sudan in 2005 and in 2011 the South Sudan officially broke away from the Sudan. That means South Sudan has officially become its own country and has been recognized by other countries. For the national interest in neganya United States has managed to establish bilateral relations with Sudan, the United States proved today is the largest recipient of petroleum products from the Sudan, especially from Southern Sudan.

Kata Kunci : Politik Luar Negeri Amerika Serikat, Konflik Sudan, Intervensi, Kepentingan Nasional, Sumber Daya Alam (Minyak Bumi)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.