STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMBENIHAN IKAN NILA DI KABUPATEN SLEMAN
HANDAYANI INDAH SUSANTI, Dr. Ir. Slamet Hartono, SU., M.Sc.
2013 | Tesis | S2 Magister Manj.AgribisnisTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor produksi (luas kolam, induk, pakan, pupuk, dan tenaga kerja) di Kabupaten Sleman, mengukur dan menganalisis faktor pendapatan (luas kolam, harga induk, harga pakan, harga pupuk, dan upah tenaga kerja) dan tingkat pendapatan yang diperoleh pembenih, serta mengetahui alternatif strategi pengembangan usaha pembenihan ikan nila di Kabupaten Sleman. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu secara sengaja mengambil lokasi di Kecamatan Mlati, Kecamatan Kalasan, Kecamatan Ngemplak, dan Kecamatan Cangkringan yang merupakan sentra dari usaha pembenihan ikan nila di Kabupaten Sleman. Penentuan responden menggunakan rumus Slovin dihasilkan 50 responden secara simple random sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis fungsi produksi, fungsi pendapatan, pendapatan usahatani dan strategi pengembangan. Alat analisis yang digunakan yaitu regresi linier berganda terhadap fungsi produksi dan pendapatan Cobb-Douglas menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS), sedangkan untuk merumuskan strategi pengembangan, alat analisis yang digunakan adalah SWOT dan Internal External Matrix (IE Matrik). Sebelum menganalisis strategi pengembangan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pernyataan-pernyataan yang digunakan pada analisis SWOT dan Internal External Matrix (IE Matrik). Dari hasil analisis menunjukkan variabel luas kolam (KLM), jumlah pakan (PKN), dan jumlah pupuk (PPK) berpengaruh positif secara signifikan, sementara variabel jumlah induk (IND), dan jumlah tenaga kerja (TK) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah produksi benih nila, Pendapatan usaha pembenihan ikan nila di Kabupaten Sleman sangat baik untuk di usahakan karena memiliki nilai R/C yang tinggi yaitu 1,92 per1000 m 2 dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp14.538.543,00. Fungsi pendapatan menunjukkan variabel luas kolam (KLM) dan harga induk (H_IND) berpengaruh positif secara signifikan, sementara harga pakan (H_PKN), harga pupuk (H_PPK), dan upah tenaga kerja (U_TK) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usaha pembenihan ikan nila. Dan strategi pengembangan yang dapat dirumuskan berdasarkan hasil analisis SWOT dan IE Matrik adalah meningkatkan kulitas produk (benih ikan nila), meningkatkan mutu dan kualitas SDM, mengintensifkan kegiatan promosi, dan diversifikasi produk untuk mencegah jika terjadi over produksi.
Objective of this research was to study effect of production factor (pond area, female fish, feed, fertilizer and work force) in Sleman regency, measure and analyze income factor (pond area, female price, feed price, fertilizer price and wage) and income level obtained from breeding, and identify alternative strategy of tilapia breeding business in Sleman Regency. Sample was taken using purposive sampling technique that took intentionally location of Mlati district, Kalasan district, Ngemplak district, and Cangkringan district that is centre for tilapia breeding business in Sleman regency. Determination of respondent using Slovin equation resulted in 50 respondents with simple random sampling. Data was analyzed using production function analysis, income function, aquaculture income, and development strategy. Analytical tool used was multiple linear regression on Cobb-Douglas production and income function using Ordinary Least Square (OLS). To formulate development strategy, analytical tool used is SWOT and Internal External Matrix (IE Matrix). Before analyze development strategy, validity and reliability tests were conducted to statement used in SWOT analysis and Internal External Matrix (IE Matrix). Result of analysis indicated that variable pond area (KLM), amount of feed (PKN) and amount of fertilizer (PPK) affect positively significantly, while variable amount of female fish (IND) and amount of worker (TK) did not influence significantly on amount of tilapia production. Tilapia breeding business is very good to run in Sleman regency because it has high R/C score (1.92 per 1000m 2 ) with average income of Rp 14,538,543. Income function indicate variable pond area and female fish price (H_IND) influence positive significantly, while feed price (H-PKN), fertilizer price (H-PPK) and wage (U-TK) did not influence significantly on income of tilapia breeding business. Development strategy that can be formulated based on results of SWOT and IE Matrix analysis is to improve product quality (tilapia seed), improve human resource quality, intensify promotional activity, and make product diversification to prevent over production.
Kata Kunci : benih ikan nila, faktor produksi, faktor pendapatan, pendapatan usahatani , strategi pengembangan.