PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL DEMOGRAFI DAN FASILITAS RUMAH DALAM PENENTUAN RUMAH TANGGA MISKIN DI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2011 (Analisis Data Susenas 2011)
Eep Saripudin, Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc.
2013 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanSalah satu aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah monitoring terhadap kemiskinan itu sendiri secara reguler dan sistematik sebagai upaya untuk melakukan monitoring terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat sebagai sebuah sistem peringatan dini. Monitoring kemiskinan yang efektif akan dapat mendeteksi sinyal menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat, sehingga pemegang otoritas mampu melakukan aksi yang tepat sasaran dan tepat waktu untuk mencegah semakin memburuknya kondisi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, tersedianya data kemiskinan yang akurat dan up to date sampai pada level rumah tangga menjadi hal yang sangat penting. Pengukuran kemiskinan dengan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach), mempunyai tiga kelemahan utama. Salah satu kelemahan tersebut berkaitan dengan konsep, yaitu kemiskinan dikonseptualisasikan sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar dan hanya diukur dari sisi pengeluaran per kapita. Kelemahan ini sangat melekat pada pengukuran kemiskinan absolut, karena pada hakikatnya kemiskinan hanya dilihat dari sisi ketidakmampuan secara ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar atau standar tertentu, padahal kemiskinan sangat kompleks dan mempunyai banyak dimensi sosial dan kultural. Pengukuran kemiskinan, tidaklah lengkap hanya dari sisi pendapatan dan pengeluaran saja. Kesejahteraan biasanya diukur melalui dimensi moneter, namun demikian kesejahteraan juga bisa diukur melalui dimensi non moneter. Dimensi non moneter kemiskinan dapat dilihat dari peluang memperoleh kesehatan, dan umur yang panjang, peluang memiliki pengetahuan dan keterampilan dan lainlain. Intinya adalah kemiskinan sangat terkait dengan sempitnya kesempatan seseorang dalam menentukan pilihan-pilihannya dalam hidup. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dimensi non moneter kemiskinan, yaitu untuk melihat pengaruh karakteristik sosial, demografi dan fasilitas rumah tangga dalam penentuan rumah tangga miskin di Provinsi D.I. Yogyakarta berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2011.
One important aspect to support the poverty reduction strategy is the monitoring of the poverty itself regularly and systematically in order to monitor the condition of public welfare as an early warning system. Monitoring poverty effectively be able to detect signals declining welfare, so that the authorities are able to take action on target and on time to prevent further deterioration of the condition of public welfare. Therefore, the availability of poverty data is accurate and up to date to the household level becomes very important. Measuring poverty with basic needs approach has three major disadvantages. One disadvantage is related to the concept, that poverty is conceptualized as an inability to meet basic needs and only measured in terms of per capita expenditure. This weakness is inherent in the measurement of absolute poverty, because poverty is essentially only in terms of economic inability to meet basic needs or specific standards, whereas poverty is very complex and has many social and cultural dimensions. The measurement of poverty, not only in terms of full income and expenditure only. Welfare is usually measured by the monetary dimension, however well-being can also be measured through non-monetary dimensions. Non-monetary dimensions of poverty can be seen from the opportunity to obtain health and longevity, knowledge and skills opportunities and others. The bottom line is poverty is strongly associated with the limited opportunities in determining a person's choices in life. This study aims to look at non-monetary dimensions of poverty, which is to see the influence of social characteristics, demographic and household facilities in the determination of poor households in D.I. Yogyakarta Province based on data Susenas 2011.
Kata Kunci : Kemiskinan, Pendekatan Kebutuhan Dasar, Dimensi Non Moneter, Karakteristik Sosial, Demografi dan Fasilitas Rumah.