PENGEMASAN BUDAYA LOKAL DALAM PROGRAM TELEVISI LOKAL (Studi Kasus Program Budaya “Adiluhung†Pada Stasiun Televisi Lokal Yogyakarta ‘Jogya TV’)
VERONIKA SETYADJI, Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, M.Si,
2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu KomunikasiProgram Adiluhung merupakan program yang mengangkat tema-tema yang mengandung unsur budaya lokal yaitu tradisi masyarakat dan cagar budaya. Dalam perkembangannya, program ini dapat memberikan pengetahuan dan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat mengenal lebih dekat dengan budaya lokal yang dimilikinya. Arus globalisasi yang deras menimbulkan dampak kurangnya penghargaan terhadap budaya sendiri khususnya kaum generasi muda sehingga budaya lokal tersebut mulai kehilangan eksistensinya. Program-program hiburan yang disiarkan oleh televisi swasta memungkinkan televisi lokal kehilangan pamornya, masyarakat cenderung lebih memilih program yang menarik dan atraktif. Media massa sebagai media yang dekat dengan masyarakat dapat dijadikan media untuk penunjang untuk mengenalkan budaya lokal sehingga tetap lestari. Dalam hal ini, Jogya TV, sebagai etalase budaya Jogyakarta, memiliki peran untuk menjaga eksistensi budaya lokal itu sendiri. Program Adiluhung yang ditayangkan setiap hari Kamis pukul 19.30 WIB merupakan tayangan yang informatif dan edukatif sehingga dapat mencerdaskan pemirsanya akan keragaman budaya lokal yang dimiliki Jogyakarta. Untuk itu, mengemas program yang mengandung unsur budaya lokal perlu menarik dan atraktif. Berdasarkan penjelasan di atas maka penulis memberikan karya tulis berupa pengemasan budaya lokal pada televisi lokal khususnya pengemasan program Adiluhung†dengan tujuan untuk mengetahui bentuk pengemasan dan bentuk pelestarian budaya lokalnya. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif sehingga diperoleh hasil bahwa pengemasan dalam program budaya perlu beradaptasi dengan perkembangan jaman tetapi tidak mengurangi nilai keluhurannya dan dikemas dengan menarik sehingga pemirsanya dapat memperoleh pengetahuan dan pendidikan mengenai budaya lokal khususnya budaya Jawa.
Adiluhung Program is a program of which themes contain elements of the local culture i.e. people’s tradition and cultural heritage. In its development, this program can provide knowledge and information to all levels of society so they could know more closely with their local culture. Swift currents of globalization bring lack of respect for their own culture especially among the younger generation so that the local culture is starting to lose its existence. Entertainment programs aired by private television allow local television lost its luster; people tend to choose programs that are more interesting and attractive. The mass media that close to the society can be use as a medium to support and to introduce the local culture so that it remains exist. In this case, Jogya TV, as the cultural showcase of Jogyakarta, has the role to maintain the existence of the local culture itself. Adiluhung program that aired every Thursday at 19:30 pm is an informative and educational program so that viewers will be able to learn local culture diversity owned by Jogyakarta. For that purpose, the program’s packaging that contains elements of local culture have to be interesting and attractive. Based on the explanation above, the writer gave the paper that contains the form of local culture packaging on a local television program, particularly “Adiluhung “packaging in order to determine the form of packaging and form of local cultural preservation. The method used by the author is descriptive qualitative method to obtain the result that the packaging in the cultural program needs to adapt to changing times but does not reduce its noble value and packed attractively for viewers to see and acquire knowledge and education about the local culture especially Javanese culture.
Kata Kunci : televisi lokal, budaya lokal, pengemasan budaya lokal