Laporkan Masalah

OPTIMALISASI POTENSI MUSEUM KARST DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENGEMBANGANWISATA PENDIDIKAN DI KAWASAN KARST PRACIMANTORO

Elisa Dwi Rohani,SE, Dr. M. Bauquni, MA

2013 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Pada saat ini masyarakat mulai kehilangan orentasi akar budaya atau jati dirinya, maka museum dapat memberikan inspirasi tentang hal-hal penting dari masa lalu yang harus diketahui untuk menuju ke masa depan. Melalui Tahun Kunjungan Museum (TKM) pada tahun 2010 maka melahirkan suatu Gerakkan Nasional Cinta Museum (GNCM) yang berusaha menempatkan museum pada posisi yang sangat strategis yang berfungsi untuk penguatan, pemahaman, apresiasi dan kepedulian akan identitas dan perkembangan budaya bangsa yang harus terbangun pada semua tatanan komponen masyarakat Indonesia, baik dalam skala lokal, regional maupun nasional. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode diskriptif yaitu metode yang didasarkan pada pemecahan masalah berdasarkan fakta yang ada pada saat penelitian dan berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Metode diskriptif digunakan untuk mengambarkan kondisi ekosistem, hidrologi, geologi, keanekaragaman hayati, potensi sosial, budaya dan ekonomi di sekitar kawasan Museum Karst, serta mengambarkan dampak pembangunan Museum Karst terhadap peningkatan pendidikan di kabupaten Wonogiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi yang ada di kawasan Museum Karst yang dapat digunakan untuk meningkatkan wisata pendidikan di Kabupaten Wonogiri. Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi daya tarik yang ada di kawasan Museum Karst serta atraksi, amenitas dan aksesbilitas menuju ke Museum Karst, mengetahui pangsa pasar wisatawan di Museum Karst, serta mengevaluasi pengelolaan Museum Karst sebagai daya tarik wisata pendidikan. Metode Penelitian mengunakan metode deskriptif dengan penentuan sampel pengunjung secara Simple Random Sampling melalui metode wawancara. Metode pengambilan data melalui penyebaran Kuesioner kepada 95 pengunjung (berdasarkan Slovin) dan masyarakat sekitar Museum Karst Berdasarkan hasil penelitian Keberadaan Museum Karst di Pracimantoro sebagai aset sumber ilmu kegeologian serta media pebelajaran bagi pelajar maupun mahasiswa sejauh ini belum mampu dikelola dengan baik. Optimalisasi Museum Karst sebagai sumber ilmu pegetahuan dan wisata perlu melakukan perencanaan dalam rangka peningkatan koleksi, peningkatan fungsi dan peningkatan pelayanan bagi kegiatan wisata edukasi. Optimalisasi Museum Karst dapat dilakukan dengan meningkatkan kegiatan atau atrikasi yang dapat dilakukan di Museum Karst, serta menambah dan menginventaris koleksi yang sudah ada di Museum Karst sehingga tindak membosankan bagi pengujung.

At this time the public began to lose cultural roots or identity, the museum can give you inspiration on the important things from the past that should be known to go into the future. Through the Year Visits Museum (TKM) in 2010 then express a National Move Love Museum (GNCM) are trying to put the museum in a very strategic position that serves to strengthen, understanding, appreciation, and concern for the development of cultural identity and nation should wake up at all order components of the Indonesian people, both on a local, regional and national levels. In this research method used is descriptive method is a method based on problem solving based on the facts at the time of the study and the form of words written or spoken of the people and the observed behavior. Descriptive method is used to portray the condition of ecosystems, hydrology, geology, biodiversity, the potential social, cultural and economic development around the Museum of Karst and Karst Museum portray the impact of development on the improvement of education in the district Wonogiri. This study aimed to assess the potential in the region Karst Museum that can be used to enhance the educational tour in Wonogiri. Specific objectives to be achieved in this research is to identify potential appeal in the region Karst Museum and attractions, amenity and accessibility toward Karst Museum, know the market share of travelers in Karst Museum, as well as evaluating the management of Karst Museum as a tourist attraction education. Methods The study uses descriptive method with visitors sampling the Simple Random Sampling through the interview method. Method of data retrieval through the deployment of questionnaires to 95 visitors (based Slovin) and surrounding communities Karst Museum Based on the results Karst Museum in Pracimantoro presence as an asset and a source of knowledge to learning of Geology for students and students so far have not been able to run properly. Optimizing Karst Museum as a source of knowledge and advice knowladge need to plan in order to improve the collection, enhanced functionality and improved educational services for tourist activities. Optimization of Karst Museum can be done by increasing the activity or attraction to do in Karst Museum, as well as add and inventory existing collection at the Museum of Karst so boring to end action.

Kata Kunci : Wisata Pendidikan, Kawasan Karst, Museum, Optimalisasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.