Laporkan Masalah

ANALISA PENGGUNAAN NON STEROIDAL ANTI INFLAMMATORY DRUGS (NSAID) DENGAN TERJADINYA DISPEPSIA. (STUDI KASUS PADA PASIEN REUMATIK DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON)

MUHAMAD TAUFIK HIDAYAT, Prof. Dr. Djoko Wahyono, SU., Apt

2013 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik

Reumatik adalah penyakit kelainan pada sendi yang menimbulkan nyeri dan kaku pada sistim musculoskeletal. Penyakit reumatik mengganggu karena rasa nyerinya, oleh karena itu dibutuhkan analgetik terutama analgetik Nonsteoridal Anti Inflammatory Drugs (NSAID). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan NSAID dengan terjadinya dispepsia pada pasien reumatik di RSUD Gunung Jati Cirebon dan mengetahui hubungan lama penggunaan NSAID dengan terjadinya dispepsia pada pasien reumatik di RSUD Gunung Jati Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental menggunakan rancangan penelitian Cross sectional dengan metode pengumpulan data retrospektif, kemudian dilakukan analisa lama penggunaan NSAID dengan terjadinya dispepsia. Sampel diambil dari data rekam medik pasien rawat jalan yang terdiagnosis reumatik dan dispepsia yang menggunakan NSAID di RSUD Gunung Jati Cirebon pada bulan januari sampai dengan juni 2012. Hasil penelitian analisa penggunaan NSAID dengan terjadinya dispepsia menunjukkan 236 pasien reumatik yang menggunakan NSAID, yang mengalami kejadian dispepsia sebanyak 28 pasien (12 %) dan yang tidak mengalami dispepsia sebanyak 208 pasien (88 %). Dari 12 % yang mengalami dispepsia, didapatkan hasil kejadian dispepsia definisi 1 dengan gejala nyeri epigastrik pada penggunaan NSAID selama 0-3 bulan sebesar 32 %, > 3-6 bulan sebesar 21 %, > 6-9 bulan sebesar 11 %, > 9-12 bulan sebesar 14 % dan > 12-36 sebesar 18 %. Kejadian dispepsia definisi 2 dengan gejala nyeri epigastrik ditambah dengan salah satu gejala (mual, muntah, kembung, anoreksia) mulai terjadi pada penggunaan NSAID selama > 3-6 bulan sebesar 4 %, > 6-9 bulan sebesar 7 % dan > 12-36 % sebesar 4 %. Kejadian dispepsia definisi 3 dengan gejala nyeri epigastrik, ditambah dengan salah satu gejala (mual, muntah, kembung, anoreksia) dan rasa panas tidak terjadi pada penggunaan NSAID selama 0-36 bulan

Rheumatic is a joint disease causing pain and stiffness of the joint and musculoskeletal system. Because pain is the most problem, analgetic is needed especially Nonsteoridal anti Inflammatory Drugs (NSAID). The purpose of this study is to find relationship usage of NSAID with the insidence of dyspepsia in rheumatic patient in RSUD Gunung Jati Cirebon, and also to find relationship of duration of NSAID consumption with the insidence of dyspepsia in rheumatic patient in RSUD Gunung Jati Cirebon. This study is non experimental study, using cross-sectional method the prospective collecting method. After that, the data will be analyzed related to usage and the duration of NSAID consumption with the insidence of dyspepsia. Sample will be taken from medical record of outpatient clinic who diagnosed as rheumatic, dyspepsia, and using NSAID in RSUD Gunung Jati Cirebon on january until juny 2012 The result show 236 patient using NSAID, 28 (12%) of them had dyspepsia and 208 (88%) of them didn't have dyspepsia. From 12% patient who had dyspepsia, show dyspepsia definition 1 with symptom of epigastric pain on 0-3 months is 32%, > 3-6 months is 21 %, > 6-9 months is 11 %, > 9-12 months is 14 % and > 12-36 is 18%. Insidence of dyspepsia definition 2 with epigastric pain accompanied by one of symptom (nausea, vomit, anorexia) since using NSAID as > 3-6 months is 4 %, > 6-9 months is 7 % and > 12-36 months is 4 %. The insidence of dyspepsia definition 1 with epigastric pain accompanied by one of symptom (nausea, vomit, anorexia) and burning didn't occur as 0-36 months using of NSAID.

Kata Kunci : Reumatik, NSAID, dispepsia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.