PERKEMBANGAN INDUSTRI ROTAN DI INDONESIA DALAM ANALISIS GLOBAL VALUE CHAIN
Dhani Akbar, Prof. Dr. Mohtar Mas‟oed
2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalPembahasan dalam tulisan ini adalah mengenai perkembangan industri rotan Indonesia dalam menghadapi persaingan di pasar global. Dalam perkembangannya, salah satu komoditas primadona ekspor non-migas Indonesia ini mengalami pasang-surut yang dikarenakan adanya benturan kepentingan baik di dalam maupun di luar negeri. Penelitian ini mencoba menelaah lebih jauh apa yang menjadi permasalahan utama, siapa saja aktor yang berkepentingan di dalamnya dan apa upaya dan kebijakan yang tepat untuk diimplementasikan dalam pengembangannya melalui analisis Global Value Chain (GVC). Dalam analisis GVC, terdapat tiga hal yang menjadi kunci dalam mengembangkan sebuah komoditas, yaitu rente, governance dan upgrading. Ketiganya dapat membantu membangun daya saing untuk menghapi pasar global. Penulis menemukan bahwa kebijakan pemerintah memiliki peranan sentral dalam membangun industri ini. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peranan pemerintah sangat menentukan arah kebijakan terhadap pengembangan industri dan upaya yang ditempuh oleh semua pihak yang berkepentingan di dalamnya. Seperti dalam analisis GVC, diperlukan adanya added-value terhadap industri rotan yang ditempuh melalui upaya upgrading, dan upaya ini ditentukan oleh pola struktur governance-nya.
This research discusses about the development of rattan industries in Indonesia that facing global market competition. On its period of development, this non-oil-and-gas commodity has been facing many internal and external country problems. This research tries to elaborate what are the main problems, which are the stakeholders dan what are the efforts need to be implemented through Global Value Chain Analysis (GVC). GVC Analysis has three main points in order to develop a commodity. They are rents, governance structure and upgrading. They help to maintain the competitiveness to face global market competition. The results show that government policy is the key, because its role is simply shaping the future of the industry. To maintain the global competitiveness of this industry, through GVC analysis, added-value though upgrading depends on the governance structure.
Kata Kunci : Industri rotan, Global Value Chain, added-value, upgrading, governance, pemerintah, daya saing, pasar global.