Pengelolaan Komunikasi Bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Sleman
Krisna Megantari, Prof. Dr. Nunung Prajarto, M.A.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu KomunikasiBelajar dari erupsi Merapi tahun 2010, sebagai instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang penanggulangan bene ana daerah, BPBD (Badan Penanggulangan Beneana Daerah) mempunyai kewajiban menyelenggarakan serangkaian upaya dalam hal pengurangan resiko beneana sesuai dengan Undang- Undang Nomor 24 Tahun 2007. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentiftkasi serta mengevaluasi dalam hal pengelolaan komunikasi beneana, terutama pada tahap pra bene ana, paska kejadian erupsi Merapi tahun 2010. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawaneara dan studi dokumentasi. Seeara keseluruhan, pengelolaan komunikasi bene ana BPBD Pemerintah Kabupaten Sleman telah dilaksanakan dengan baik. Perbaikan dalam hal kesiapsiagaan beneana, sistem peringatan dini, serta mitigasi bene ana telah tertuang dalam penyusunan rene ana kontijensi tahun 2012 dalam rangka pengurangan resiko beeana. Akan tetapi masih banyak kekurangan, terutama dalam tahap monitoring dan evaluasi dalam hal pengukuran pereneanaan program. Hal ini tentu memerlukan perbaikan baik dalam aplikasi reneana kontijensi tahun 2012 maupun dalam agenda program keIja BPBD Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka pengurangan resiko beneana ..
Learning from Merapi eruption in 2010, as government agencies engaged in disaster areas, BPBD (Regional Disaster Reduction Agency) has organized a series ofefforts to reduce the event ofdisaster risk in accordance with Law No. 24 of 2007. This study aimed to identify and evaluate the management of disaster communications, especially in the pre- and post- disaster phases in Merapi eruption 2010. This study used a qualitative descriptive approach by case study method ofdata collection techniques through interviews and documentary study. Overall, the management of disaster communications in BP BD Sleman district has done well. Improvements of disaster preparedness, early warning systems and disaster mitigation have been stated in the preparation of contingency plan 2012 in order to reduce the disaster risk However, there are still many shortcomings, especially in the stage of monitoring and evaluation of the program planning measurement. This requires improvements in both application of contingency plan 2012 or in the work program agenda by BPBD Sleman district in the context ofdisaster risk reduction.
Kata Kunci : Pengelolaan, Komunikasi Beneana, Pengurangan Resiko Beneana