Laporkan Masalah

HUBUNGAN DERAJAT KEJENUHAN DENGAN REGANGAN PENGEMBANGAN

Sjafrudin Latar, ST, DR. Hary Christady Hardiyatmo, M. Eng., DEA

2013 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Tanah ekspansif di Desa Sokoo Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur banyak menimbulkan masalah kestabilan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat-sifat tanah di daerah tersebut terutama yang menyangkut perubahan kadar air khususnya pengaruh derajat kejenuhan terhadap regangan pengembangan. Pengujian tekanan pengembangan dilakukan pada tanah terganggu dengan alat oedometer pada tekanan overburden 6,9 kPa. Kadar air awal yang digunakan adalah 15.04 % sampai 42.88 %. Regangan pengembangan di ukur pada tekanan overburden 6.9 kPa dan tekanan pengembangan diperoleh dari tekanan yang dibutuhkan untuk mengembalikan sampel ke tinggi yang semula. Dari hasil pengujian pengembangan diperoleh persen pengembangan untuk kadar air awal 15.04 %, γd = 1.177 gr/cm³ regangan pengembangan tertinggi adalah 38.04 %, S= 50,07 % dan tekanan pengembangan tertinggi adalah 2392 kPa. Untuk kadar air awal 42.88 %, γd = 1.203 gr/cm³ pengembangan terendah adalah 1.68 %, S= 65.26 % dan tekanan pengembangan terkecil adalah 34 kPa.

Expansive soil in Sokoo Ngawi East Java often gives problems in the building stability. This research aims to study the properties of the soil in the area is mainly related to changes in moisture content in particular the influence of the degree of saturation of the swelling strain. Swelling tests were performed on disturbed soil by means of oedometer at 6.9 kPa overburden pressure. Initial moisture content used was varied from 15.04% to 42.88%. Swelling strain was measured using overburden pressure 6.9 kPa and swelling pressure obtained from the pressure required to return the sample to the original condition. The test results show that for initial moisture content 15.04 % , γd = 1.177 gr/cm ³, S = 50.70 % the maximum swelling strain was 38.04% and swelling pressure 2392 kPa. The initial moisture content 42.88%, γd = 1.203 gr / cm ³, S = 65.26 % the minimum swelling strain was 1.68 % and swelling pressure 34 kPa.

Kata Kunci : Tanah ekspansif, derajat kejenuhan, regangan pengembangan, tekanan pengembangan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.