The effect of diversification on the farmer’s livelihood assets: A case of diversifying paddy field to aquaculture in Klaten
Anjar Kurniadi, Mr. Leksono Probo Subanu
2013 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahPolanharjo sejak dahulu telah terkenal sebagai daerah penghasil padi di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Daerah ini mempunyai lahan datar yang subur dan sumber mata air yang melimpah. Namun dalam sepuluh tahun terakhir, banyak petani padi merubah sawahnya menjadi kolam ikan karena mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus dan penyakit tanaman padi. Mereka berusaha untuk memperkecil resiko usaha tani dengan kombinasi menanam padi dan kolam ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan bertanam padi ke kombinasi bertanam padi dan berkolam ikan terhadap asset livelihood petani (human, natural, physical dan social) dengan menggunakan konsep livelihood yang dikembangkan oleh DFID. Quasi-eksperimen digunakan dalam menganalisis dampak terhadap dua kelompok : kelompok petani padi dan kelompok petani yang mengkombinasikan padi dan kolam ikan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara dengan nara sumber yang didukung data sekunder. Berdasarkan temuan dan analisis penelitian, kombinasi bertanam padi dan berkolam ikan memberikan dampak positif dengan meningkatnya semua asset livelihood petani. Asset human meningkat karena petani lebih terampil dalam berkolam ikan; asset physical meningkat karena petani mendapatkan keuntungan lebih dari sumber daya alam, asset financial meningkat karena hasil pendapatan meningkat dan asset social meningkat karena petani bergabung dengan asosiasi petani ikan dan berkomunikasi dengan pihak yang berkecimpung di usaha perikanan. Peningkatan salah satu asset livelihood dapat mendorong meningkatnya asset yang lain. Ada factor pendorong dan penghambat yang mempengaruhi proses diversifikasi usaha tani tersebut. Faktor pendorongnya adalah; kebijakan pemerintah, ketersediaan sumber daya alam, ketidakpastian pendapatan bertanam padi, permintaan pasar, organisasi dan akses terhadap sarana diversifikasi. Sementara itu, ketrampilan dan ketersediaan waktu untuk berkolam ikan merupakan factor penghambat dalam proses diversifikasi.
-
Kata Kunci : sawah, kolam ikan, diversifikasi, livelihood assets, faktor pendukung dan penghambat.