Laporkan Masalah

PUBLIC AND PRIVATE COOPERATION: SOLID WASTE MANAGEMENT IN TRADITIONAL MARKET – THE CASE OF SUPRAPTO MARKET, TANJUNGBALAI CITY, NORTH SUMATERA, INDONESIA

Tiur Yanthi Florida, Prof. Ir. Bakti Setiawan, MA, Ph.D,

2013 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Sudah diketahui secara umum bahwa pertumbuhan populasi dan perubahan pola konsumsi atau gaya hidup manusia telah menyebabkan peningkatan jumlah sampah dan keanekaragaman karakteristik dari sampah tersebut. Pasar tradisional merupakan salah satu sumber utama dari jumlah timbulan sampah kota. Hal ini menyebabkan banyaknya masalah yang dihadapi oleh pasar tradisional sehubungan dengan meningkatnya jumlah timbulan sampah padat. Sebagai solusi alternatif, Bank Danamon bersama-sama dengan pemerintah daerah membangun suatu kerjasama untuk memecahkan masalah sampah pasar, yang disebut sebagai proyek ‘Menuju Hijau’ dimana proyek ini merubah sampah organik yang ditimbulkan oleh pasar tradisional menjadi kompos berkualitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab seluruh pertanyaan yang berhubungan dengan sejauh mana pemerintah dan pihak swasta bekerjasama dalam pembangunan proyek ‘Menuju Hijau’? Masalah-masalah apa saja yang dihadapi oleh pihak pengelola pasar tradisional sebelum berdirinya proyek ini? Apakah bentuk dari kerjasama ini? Bagaimana kerjasama yang dibangun mempengaruhi keberlangsungan proyek tersebut di masa yang akan datang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, data penelitian dikumpulkan menggunakan wawancara semi strukturisasi dan observasi, dan dianalisa berdasarkan triangulasi data antara pendapat dari tiap-tiap responden yang berbeda. Secara umum, ketika melakukan penelitian, ditemukan beberapa masalah sehubungan dengan pengelolaan sampah di pasar tradisional yang menjadi dasar terbentuknya kerjasama antara pihak swasta dan pemerintah. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, masalah lingkungan, politik, sosial budaya, teknis, keuangan dan masalah organisasi adalah hal yang paling penting untuk diperbaiki menuju sistem pengelolaan sampah kota yang berkelanjutan dan terintegrasi. Kerjasama antara pihak pemerintah dan swasta seringkali muncul sebagai akibat dari ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan layanan public secara efektif dan efisien yang menimbulkan ketidakpuasan masyarakat akan kualitas layanan publik. Kerjasama pemerintah swasta dapat diartikan sebagai kerjasama sosial yang terjadi secara sukarela antara pihak-pihak yang terlibat (pihak swasta dan pemerintah) untuk bekerja bersama-sama dalam mencapai tujuan bersama yaitu pemberian layanan publik yang efektif dan efisien. Dalam menjawab bentuk kerjasama antara pemerintah dan swasta tersebut, penelitian ini menemukan bahwa bentuk kerjasamanya adalah hubungan sponsor dan ko-finansial. Malangnya, proyek ‘Menuju Hijau’ sebagai bentuk kerjasama antara pemerintah daerah Kota Tanjungbalai dan Bank Danamon dikategorikan tidak sukses berdasarkan beberapa faktor yang akan dijelaskan lebih lanjut. Pada akhirnya, penelitian ini merekomendasikan tentang kemauan politik pemerintah dan perlunya untuk mengevaluasi tiap program secara teratur.

It is ackowledged that population growth and changing consumption patterns or lifestyles of people have led to increasing amount of waste and diversity in waste characteristics. Traditional markets are one of the main sources of municipal solid waste generation within the city. This leads to many problems faced by the traditional markets related to the increasing volume of solid waste. Giving an alternative solution, the Danamon Bank and the local government build a cooperation dealing with market waste, namely the Go Green project which converts organic waste in traditional markets into high quality compost. This research try to answer the whole marks which deals with to what extent did the public and private sector cooperate during the establishment of the Go Green Project? What problems were faced with market waste management in Tanjungbalai before the start of the Go Green project? What type of institutional arrangement has been set up for the project? How will the level of cooperation likely affect the sustainability of the project in the future? Answering these, the data were collected using semi-structured interviews and observations, and were analyzed based on data triangulation between the perception of different key respondents. In general, when doing research, it was found several problems related to waste management in traditional market that leads to the cooperation between public and private sector. Based on the relevant studies reviewed, environmental, political, socio-cultural, technical, financial and organizational problems are the most important keys to be solved towards an integrated and sustainable solid waste management in the city. Cooperation between public and private sectors often comes as a result of government inability to provide public service effectively and efficiently that leads to dissatisfaction of public with the quality of the services. Public private cooperation were defined as social cooperation that happens voluntarily between actors (public and private sector) to work together in achieving joint objectives for effective and efficient public service delivery. Defining the form of public and private sector cooperation, this research found that the form of the cooperation is sponsoring and co-financing relationship. Unfortunately, the Go Green project as the form of cooperation between the local government of Tanjungbalai City and the Danamon Bank is categorized not success which is indicated by several factors as explained further. To this end, it recommends the political will from the local government and the need of project evaluation regularly.

Kata Kunci : pengelolaan sampah, pasar tradisional, kerjasama pemerintah swasta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.