ANALISIS KONTRIBUSI PRASARANA JALAN DALAM MENUNJANG AKTIVITAS SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN ROTE NDAO
Carles Bungsu Ledoh, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M. Eng., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Sarana PrasarnKabupaten Rote Ndao merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur dimana pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan daerah. Otonomi daerah menempatkan pemerintah untuk mengelola sumber daya yang terbatas secara maksimal. Bagaimanapun kebijakan dalam investasi jalan harus dipertimbangan dan analisis agar investasi dapat bermanfaat secara optimal dalam menunjang aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi prasarana jalan dalam menunjang aktivitas sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Rote Ndao dan mengetahui pengaruh investasi jalan terhadap daerah layanan jalan. Metode penelitian yang dipakai untuk memperoleh gambaran kondisi jalan dan kontribusi jalan dalam menunjang aktivitas sosial ekonomi masyarakat yaitu dengan skala Likert yang dilakukan dengan cara menganalisis persepsi responden melalui kuesioner yang disebarkan. Tahapan pengujian selanjutnya adalah menganalisis pengaruh peningkatan/pemeliharaan jalan terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat di daerah layanan jalan pada jarak dekat, jarak menengah maupun jarak jauh dan jenis lapisan permukaan jalan yang berbeda-beda yaitu jalan tipe A adalah jalan makadam dengan lapis penetrasi (lapen) dan lapis Hotmix sedangkan jalan tipe B adalah jalan makadam tanpa lapis penetrasi. Hasil analisis skala likert diperoleh kondisi jalan sebelum peningkatan jalan berada pada kriteria penilain tidak baik dan kondisi setelah dilakukan peningkatan diperoleh kriteria penilaian baik. Pembangunan/peningkatan jalan berkontribusi terhadap perdagangan berupa peningkatan produktivitas ternak sapi sebesar 167,257%, ternak kambing meningkat sebesar 135,519% dan pertanian meningkat sebesar 187,257%. Menimbulkan peluang usaha sehingga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sebesar 25,830%, efisiensi waktu perjalanan ke prasarana kesehatan sebesar 54,837%, efisiensi waktu perjalanan ke prasarana pendidikan sebesar 52,920% dan meningkatkan nilai ekonomis lahan pertanian sebesar 165,076%, lahan perkebunan sebesar 156,232% serta lahan perumahan meningkat sebesar 89,598%. Anilsa chi kuadrat pengaruh peningkatan/pemeliharaan jalan pada daerah layanan jalan yang dilakukan terhadap jalan tipe A dan jalan tipe B dengan indikator jarak dan lapisan permukaannya yang berbeda berpengaruh terhadap produktivitas ternak sapi, produktivitas pertanian dan nilai ekonomis lahan perumahan.
Rote Ndao District is a resultant region splitted from Kupang District, East Nusa Tenggara Province. Road infrastructure development is one of the main development priorities to increase local growth in the region. Local autonomy has placed local governments in highly authoritative position to manage local limited resources in a maximum manner. Road investment policy is continuously taken into account and analyzed in order that such investment can be optimally useful to support the socio-economic activities of local communities. The objectives of this study are to find out the road facility’s contribution to support the socio-economic activities of local communities in Rote Ndao Regency and to examine the effect of road investment on the growth of regions around the road. This study used a descriptive method to obtain a comprehensive picture of road condition and the road facility’s contribution to the socio-economic activities of local communities. Likert scale-based questionnaires were used to measure the perception of respondents on the effect of road investment. An examination was done to analyze the effect of road maintenance on the socio-economic activities of local communities in any regions around the road in view of short, immediate, and long distances and of different surface layer types (type A road is a macadam road with penetration layer and Hotmix layer, while type B road is a macadam road without penetration layer). Result of the analysis based on the Likert-scale shows that road condition before the road maintenance was assessed in a ‘bad’ condition, while that after the road maintenance was assessed in a ‘good’ condition. Actually, road infrastructure development had great contribution on trade, increasing the productivities of cattle (167.257%), sheep (135.519%), and agriculture (187.257%). It provided a large number of work opportunities for local communities (25.830%), time efficiency in trip to education facilities (52.920%), the increased economic value of agricultural land (165.076%), plantation area (156.232%), and housing land (89.598%). A chi square analysis of the effect of road development in any regions around the road on type A and B roads with different distances and surface layers had a significant effect on cattle productivity, agricultural productivity, and the economic value of housing land.
Kata Kunci : kontribusi jalan raya, skala Likert, sosial ekonomi masyarakat