KESOPANAN MEMINTA MAAF DALAM BAHASA INGGRIS OLEH ORANG JAWA (Studi Kasus pada Orang Jawa Berbahasa Inggris di Surabaya)
Istianatul Hikmah, Dr. Suhandano, M.A
2013 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian ini adalah studi kasus tentang kesopanan meminta maaf pada orang Jawa berbahasa Inggris di Surabaya. Bregman dan Kasper (1993: 82) menjelaskan bahwa permintaan maaf adalah tindakan kompensasi untuk sebuah pelanggaran yang dilakukan oleh pembicara kepada pendengar. Penelitian ini mengkaji tiga hal yaitu: (1) bagaimanakah klasifikasi tindak tutur meminta maaf dalam bahasa Inggris oleh orang Jawa; (2) bagaimanakah pola umum kesopanan meminta maaf dalam bahasa Inggris oleh orang Jawa; dan (3) bagaimanakah realisasi kesopanan meminta maaf dalam bahasa Inggris oleh orang Jawa berdasarkan usia, kedekatan, dan situasi. Data dalam kajian ini diperoleh dari hasil Tes Melengkapi Wacana (TMW) pada 12 situasi yang berbeda. Responden adalah orang Jawa berbahasa Inggris dengan usia antara 25 sampai 30 tahun di Surabaya. Data ini kemudian dianalisis berdasarkan tiap masalah yang telah ditetapkan. Data dalam penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan beberapa teori utama yaitu teori tindak tutur dari Searle (1975); kedua teori strategi kesopanan dari Brown dan Levinson (1987); dan ketiga teori komponen tindak tutur dari Hymes (1989). data, diperoleh Berdasarkan analisis tiga hasil utama yaitu: pertama, tindak tutur yang terekam dalam penelitian ini adalah tindak tutur representatif, direktif, komisif, dan ekspresif; kedua, pola umum kesopanan meminta maaf terdiri dari tujuh tipe; dan ketiga realisasi kesopanan meminta maaf dalam bahasa Inggris oleh orang Jawa dilihat dari usia, kedekatan, dan situasi terdiri dari beberapa jenis tindak tutur kesopanan meminta maaf dan dipengaruhi oleh ketiganya berdasarkan konteks situasi yang sedang dihadapi oleh penutur.
This study is a study case of apology politeness used by Javanese who speak English in Surabaya. Bregman and Kasper (1993: 82), apology is a compensation act for the breaking action which is done by the speaker to hearer. This study observes three things those are: (1) How is the classification of apology speech act in English used by Javanese; (2) how is the general pattern of apology politeness in English by Javanese based on the age, the intimacy, and the situation. The data was accomplished from the Discourse Completion Test (DCT) as of twelve different situations. The participants are Javanese who speak English in the age twenty five to thirty in Surabaya. The data were analyzed based on each statement of the problems. It will be examined by using three major theories those are: the theory of speech act from Searle (1975); the theory of politeness from Brown and Levinson (1987); and the theory of components of speech act from Hymes (1989). The result of this study shows three things those are: the speech act used in this study are representative, directive, commissives, and expressive; the general pattern of apology politeness contains seven types; and the realization of apology politeness in English based on the age, the intimacy, and the situation contains several speech act of apology politeness and it is influenced by those three things based on the situation context which is faced by the speaker.
Kata Kunci : tindak tutur, kesopanan, permintaan maaf, usia, kedekatan, situasi