KESEPAKATAN HASIL ANTARA KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN, PARENT'S EVALUATION OF DEVELOPMENTAL STATUS (PEDS) DAN TES DENVER-II UNTUK SKRINING PERKEMBANGAN ANAK BALITA
dr. Sigit Prastyanto, dr. Madarina Julia, MPH., Ph.D., Sp.A (K)
2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSLatar Belakang. Prevalensi merokok cenderung meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Orang yang merokok berhubungan dengan risiko dislipidemia. Tujuan. Mengetahui hubungan merokok dengan dislipidemia pada remaja. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode cross-sectional, yang dilakukan pada murid SMK di kota Yogyakarta-Indonesia pada bulan Januari sampai denagn April 2011. Kriteri inklusi dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15 – 18 tahun, laki-laki, lebih dari satu tahun merokok dan sekurang-kurangnya lebih dari satu batang/hari untuk kelompok perokok dan tidak pernah sama sekali merokok untuk kelompok bukan perokok. Obesitas, mantan perokok, perokok pasif, riwayat minum alkohol dan minum obat penurun lemak dieksklusi. Hasil. Sebanyak 100 siswa SMK yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang terbagi atas 50 siswa perokok dan 50 siswa bukan perokok. Beda rerata [IK 95%] antara perokok dan bukan perokok untuk kadar trigliserida 44,4 [28,7- 60,1], LDL kholesterol 7,9 [1,0 - 14,9], total kholesterol 11,8 [1,1 – 22,4] dan HDL kholesterol -5,68 [-8,8 – (-2,6)]. Logistik regresi tes menunjukan merokok mempunyai faktor risiko 4 kali lebih besar mengalami dislipidemia (OR 4,2 IK 95% 1, 67 – 10,43 p ≤ 0,002). Beda rerata [IK 95%] antara merokok > 2 tahun dan < 2 tahun untuk kadar total kholesterol -18,1 (- 33,9-[-2,3]), trigliserida -49,4 (-67,2-[-31,5]) serta antara merokok lebih dari 5 batang/hari dan < 5 batang/hari untuk kadar total kholesterol adalah -18,4(-32,8-[- 4,1]) dan trigliserida -29,1(-53,6-[-4,6]). Simpulan. Merokok mempunyai risiko 4 kali lebih tinggi mengalami dislipidemia. Merokok lebih dari 5 batang per hari dan lebih dari 2 tahun meningkatkan kadar total kholesterol dan trigliserida.
Background: Smoking prevalance in adolescent tends to increase in the last few decade. People who are smoking association with risk of dyslipidemia. Objective: to determine the association between tobacco smoking and dyslipidemia in male adolescent. Methods: This cross section study was carried out in the senior high school on Yogyakarta, Indonesia, from January to April 2011. Inclusion criteria were male, 15- 18 year old, smoked for > 1year and > 1 cigarette/day for group smoker and never smoking for group non smoker. Subject with obesity, ex-smoker, passive smoker, history of alkohol consumption and use lipid lowering drug were excluded. Results: One hundred student of senior high school (50 student smokers and 50 student non smokers) were eligible for the criterias. Mean different [ 95% CI] between smokers and non smokers was 44,5 [28,7–60,1] for trigliseride level; 7,9 [1,0–14,9] for LDL cholesterol; 11,8 [1,1 – 22,4] for total cholesterol and -5,7 [-8,8– (-22,6)] for HDL cholesterol. Logistic regression showed smoking have risk factor four time of dyslipidemia (OR 4,2 CI 95% 1,67-10,43 p ≤ 0,002). Mean different [ 95% CI] between smoker more than and less 2 years was -18,1(-33,9 – [-2,3]) for total cholesterol; -49,4(-67,2 – [-31,5]) for trigliseride and between smoker more than 5 cigarettes/day was -18,4 (-32,8 – [-4,1]) for total cholesterol and -29,1 (-53,6 – [- 4,6]) for trigliseride. Conclution: Smoking have risk factor 4 times more likely to dyslipidemia. Smoking more than 5 cigarettes/day and more than 2 years have significanly increase the levels of total cholesterol, LDL and trigliserides.
Kata Kunci : Merokok, faktor risiko, dislipidemia, remaja.