ANALISIS PERMINTAAN PENUMPANG KERETA API YANG MENGHUBUNGKAN ANTAR BANDARA DITINJAU DARI COMPETITOR MARKET (Studi Kasus : Bandara Adisutjipto Yogyakarta - Bandara Adi Soemarmo Surakarta)
SURYO PRATOMO, Dr. Eng. Imam Muthohar, ST., MT
2013 | Tesis | S2 Mag. S. & T.TransportasiWacana pengembangan multibandara antara Bandara Adisutjipto Yogyakarta dengan Bandara Adi Soemarmo Surakarta perlu didukung penyediaan angkutan massal salah satunya kereta api. Secara finansial, penyediaan kereta antar bandara lebih efisien melihat sebagian besar lintas telah terhubung oleh jaringan kereta api komuter. Menilik hal tersebut, perlu kiranya dilakukan kajian untuk mengetahui berapa jumlah calon pengguna kereta antar bandara dengan terlebih dahulu mengkaji kualitas pelayanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan penumpang pesawat. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap faktor pelayanan yang mempengaruhi kesediaan penumpang pesawat menggunakan kereta antar bandara berdasarkan analisis faktor. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan tehnik stated preference dan permodelan ordered probit sehingga diketahui besaran probabilitas kesediaan calon pengguna untuk memanfaatkan kereta antar bandara di sepanjang lintas kereta api yang direncanakan. Skenario pelayanan kereta antar bandara yang ditawarkan dalam pelaksanaan survei ini terdiri dari perkiraan tarif, waktu tempuh, jaminan tempat duduk, integrasi tiket dan keterpaduan jadwal. Hasil perhitungan probabilitas kemudian dikalikan dengan calon pengguna potensial di wilayah penelitian untuk memprediksi demand penumpang per hari kereta antar bandara yang akan dioperasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pelayanan yang dibutuhkan calon pengguna kereta antar bandara terdiri dari faktor kinerja teknis, mutu pelayanan dan tarif perjalanan. Besaran probabilitas calon pengguna di bandara terhadap kesediaannya menggunakan kereta antar bandara apabila dioperasikan pola perjalanan ekspres yaitu 48,71%, sementara probabilitas kesediaan calon pengguna apabila dioperasikan pola perjalanan transit (singgah di Stasiun Klaten dan Stasiun Purwosari) yaitu 65,36% untuk calon pengguna di bandara; dan 53,34% untuk calon pengguna di sekitar stasiun. Perhitungan prediksi jumlah calon pengguna yang mana kereta antar bandara direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2013 yaitu 8.574 orang/ hari.
A discourse about the development of multi-airport between Adisutjipto Yogyakarta Airport and Adi Soemarmo Surakarta Airport needs to be supported by providing mass transit such as train. In financial aspect, the provision of train linking two airports is more efficient because most of areas have been connected by railway network of commuter train. Therefore, a study needs to be carried out to predict the demand for the inter-airport train. However, firstly, service quality required has to be analysed. In this research, the quality of train services influencing the willingness of airline passengers using the inter-airport train is analysed by using factor analysis. Afterwards, the data obtained is processed by using stated preference techniques and ordered probit models in order to know the probabilities of the user's willingness to use train operated along the planned route. The scenario of the service model of the inter-airport train proposed in the survey consists of the estimated fare, travel time, guaranteed seating, ticket integration, and integrated schedule between trains and airplanes. Then, the results of the calculation of probabilities are multiplied with the potential users to calculate the demand of rail passangers. The results shows that the service factors required by user of the inter-airport train consists of the factor of technical performance, quality of service and travel fares. The probability of the user's willingness using the inter-airport train with the express pattern operation is 48.71%, while the probabilities of the user's willingness using the inter-airport train with the transit pattern operation (stopped at Klaten Station and Purwosari Station) is 65.36% and 53.34% for users at around the airports and the stations respectively. The calculation of the demand for the inter-airport train when it starts to be operated in 2013 is 8.574 people per day.
Kata Kunci : demand penumpang, multibandara, stated preference, ordered probit