HUBUNGAN KADAR LIPOPROTEIN A DENGAN KOMPLEKSITAS LESI PEMBULUH DARAH KORONER PADA PENDERITA JANTUNG KORONER DI RSUP DR.SARDJITO YOGYAKARTA
Iin Novita Nurhidayati Mahmuda, dr. Lucia Kris Dinarti, SpPD, SpJP(K)
2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSPenyakit kardiovaskuler adalah penyebab utama kematian di negara maju. Pada 2020 diperkirakan akan terdapat 25 juta kematian setiap tahun akibat penyakit kardiovaskuler dimana hampir setengahnya akibat penyakit jantung koroner. Faktor risiko tradisional seperti merokok, hipertensi, diabetes, dislipidemia dilaporkan berpengaruh hanya 50 % dari seluruh prevalensi dan derajat penyakit jantung koroner. Hal inilah yang mendorong banyak penelitian mengenai faktor resiko non-tradisional salah satunya lipoprotein (a). Kadar Lp(a) juga mencerminkan derajat keparahan dan berhubungan dengan jumlah pembuluh darah koroner yang terlibat. Penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat variasi kadar Lp(a) yang cukup besar (19-70%) pada tujuh populasi etnis yang berbeda. Sehingga hasil penelitian yang dilakukan di suatu negara belum tentu dapat diaplikasikan di negara lain yang etnisnya berbeda. Hal ini yang menjadikan alasan perlu dilakukannya penelitian terkait dengan peran Lp(a) sebagai faktor risiko penyakit jantung koroner di Indonesia hubungannya dengan kompleksitas lesi pembuluh darah koroner. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar Lp(a) dengan kompleksitas lesi pembuluh darah koroner pada penderita jantung koroner di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subjek penelitian adalah pasien laki-laki dan wanita dengan usia antara 20 tahun sampai 60 tahun, akan menjalani pemeriksaan coronongiografi dengan diagnosis STEMI dan NSTEACS yang meliputi NSTEMI dan unstable angina pectoris serta angina pectoris stabil, serta bersedia mengikuti penelitian. Untuk menilai apakah ada korelasi antara kadar Lp(a) dengan kompleksitas lesi pembuluh darah koroner dilakukan uji pearson bila sebaran datanya normal dan apabila sebarannya tidak normal digunakan uji spearman.
Cardiovascular disease is leading cause of death in developed countries. In 2020 there were estimated to be 25 million deaths each year from cardiovascular disease most of them are coronary heart disease. Traditional risk factors such as smoking, hypertension, diabetes, dyslipidemia reported to affect only 50% of the prevalence and degree of coronary heart disease. It pushes a lot of research on non-traditional risk factors one of which lipoprotein (a). Levels of Lp (a) also reflects the degree of severity and is associated with the number of coronary arteries involved. Research also shows that there are variations in the levels of Lp (a) is quite large (19-70%) in seven different ethnic populations. So the results of research conducted in one country can not necessarily be applied in other countries. This is why makes researchers need to find out the role of Lp (a) as a risk factor for coronary heart disease in Indonesia and its relationship with the complexity of coronary artery lesions. The purpose of this study to determine the relationship of Lp (a) level with the complexity of coronary artery lesions. This is a cross-sectional study. Subjects are male and women patients aged between 20 to 60 years who undergo angiografi coroner for theirs STEMI, NSTEMI or NSTEACS which includes unstable angina pectoris, and stable angina pectoris. Correlation between elevated Lp (a) with the complexity of coronary artery lesions will performed by Pearson test. If the distribution is abnormal we used Spearman test.
Kata Kunci : penyakit jantung koroner, lipoprotein (a), kompleksitas lesi koroner, korelasi