PENGARUH PEMBERIAN ERDOSTEINE TERHADAP PERBAIKAN DERAJAT OBSTRUKSI PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK STABIL
BINGKY LOEKITO, dr. Sumardi Sp.PD, K-P,
2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSPenyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dapat menurunkan kualitas hidup bila tidak dikendalikan. Penelitian retrospektif pasien PPOK di United Kingdom terdapat 14% pasien PPOK dengan eksaserbasi meninggal dalam waktu 3 bulan. Mediator utama yang bertanggung jawab pada kondisi PPOK eksaserbasi adalah adanya protease yang dilepaskan oleh sel inflamasi terutama netrofil. Netrofil akan terdapat dalam sirkulasi karena respon dari adanya sitokin IL-8 dan leukotriene B4 (LTB4) melalui adhesi molekul yang terjadi pada endotel vaskuler. Netrofil degranulasi akan teraktivasi melepaskan netrofil elastase dan proteinase lain seperti cathepsin G, proteinase 3 dan matriks metalloproteinase, sehingga akan menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan. Erdosteine merupakan prodrug yang akan menjadi aktif setelah di metabolisme di hepar menjadi bentuk thiol yang bebas, dan akan membuka ikatan disulfida pada mukoprotein bronkus. Hasil metabolit I ini akan memberikan aktivitas farmakologi sebagai mukolitik, antiadhesif bakteri, antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mencegah eksaserbasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian erdosteine 300 mg 2 kali sehari dibandingkan plasebo terhadap perbaikan derajat obstruksi yaitu dengan menilai peningkatan Forced Expiratory Volume In One Second (FEV1) dan penurunan skor COPD Assesment Test (CAT) pada PPOK stabil dengan rancangan penelitian randomized double-blind placebo controlled trial yang dilakukan di Poli Paru Penyakit Dalam RSUP dr. Sardjito pada bulan Maret sampai September 2013. Pengukuran spirometri dan skor CAT dilakukan sebelum dan sesudah terapi pada masing-masing kelompok. Simpulan dari penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk pemberian erdosteine dalam terapi PPOK stabil untuk meningkatkan FEV1 dan menurunkan skor CAT.
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) can lower patient’s quality of life if not well controlled. A retrospective research in United Kingdom, 14% of COPD patients with exacerbation died within three months. A protease called neutrophyl released by inflammation cell is the main mediator that responsible to COPD with exacerbation. Accordingly neutrophil will play its role in circulation as the response of cytokine IL-8 and leucotrient B4 (LTB4) through molecule adhesion in vascular endothelium. Neutrophyl degranulation shall be activated afterward, release neutrophyl elastase and other proteinase such as cathepsin G, proteinase 3 and metalloproteinase matrix which will damage the tissue. Erdosteine is a prodrug that would be activated in the liver after metabolism process as free thiol and therefore unbinds disulfide chain on bronchus mucoprotein. This metabolite 1 will result pharmacologic activities such like mucolitic, anti adhesive bacterial, antioxidant and anti inflammation that can prevent the exacerbation. The purpose of the research is to determine Erdosteine 300 mg twice a day effect, compared to placebo toward increase of Forced Expiratory Volume In One Second (FEV1) value and decline of COPD Assesment Test (CAT) score in stable COPD; by randomized double-blind placebo controlled trial as the designed method. Research held at Pulmonology Clinic dr. Sardjito Hospital between March – September 2013. Spirometri and CAT score measurement takes place before and after therapy in each group. The conclusion revealed could become reference of Erdosteine therapy in stable COPD to increase FEV1 and decrease CAT score.
Kata Kunci : erdosteine, metabolit I, FEV1, skor CAT, PPOK, stabil