POLITIK LINGKUNGAN INTERNASIONAL INDONESIA TERKAIT REDUCING EMISSIONS FROM DEFORESTATION AND DEGRADATION (REDD+)
Hasbi Sidik, Drs. Muhadi Sugiono, MA
2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalPenelitian ini bertujuan menganalisis mengapa Indonesia mendukung skema Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD+) sebagai salah satu skema dalam isu perubahan iklim yang ada di United Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Selanjutanya juga dibahas keuntungan apa yang diharapkan dari langkah politik lingkungan ini. Analisis dilakukan melalui studi kepustakaan dari berbagai jurnal, buku, laporan penelitian dan sumber-sumber lain. Berdasarkan pengolahan data tersebut, penulis kemudian memetakan posisi Indonesia diantara negara-negara berkembang dan negara maju. Indonesia sebagai penghasil emisi terbesar di dunia dari deforestasi dan degradasi melihat dukungan atas REDD+ bisa menjadi salah satu cara perbaikan citra di dunia internasional. Indonesia bisa juga memperoleh pendanaan dari luar negeri guna memperbaiki tata kelola hutannya. Lebih jauh, dengan memasukkan skema REDD+ dalam mekanisme Carbon Market, Indonesia berpeluang memperoleh jumlah uang yang besar. Namun skema REDD+ sendiri belum menjamin perbaikan hutan. Ini bisa terlihat dari alotnya negosiasi skema REDD+ yang belum selesai di UNFCCC. Selain itu, berbagai demonstration activities REDD+ tidak menunjukkan perkembangan yang memuaskan.
This research aims to analyze why Indonesia supports scheme Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD+) as one of the scheme in the issues of climate change in the United Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). A subsequent also discussed the advantages of what to expect from this political environment. The analysis was conducted through the study of literature from a variety of journals, books, research reports and other sources. By processing these data, the author then map the position of Indonesia between developing countries and developed countries. Indonesia as the largest emitter in the world from deforestation and degradation seen support for REDD+ could be one way to repair its image in international community. Indonesia can also obtain funding from abroad to improve forest governance. Furthermore, by incorporating the mechanism of REDD+ Carbon Market, Indonesia likely to receive a large sum of money. But REDD+ forest itself doesn’t guarantee improvement. It can be seen from tough negotiation REDD+ that have not completed in UNFCCC. In addition, various REDD+ demonstation activities did not show satisfactory progress.
Kata Kunci : Perubahan Iklim, Indonesia, Politik Lingkungan.