Laporkan Masalah

PERILAKU DINDING KOMPOSIT ANYAMAN BAMBU-MORTAR TERHADAP BEBAN LATERAL

VECTOR REIHARD REDOLF HUTUBESSY, Prof. Ir. Hrc. Prysulistio, MSc, Ph.D

2013 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas tahanan lateral dinding bambu plester. Pengujian dilakukan terhadap 3 buah dinding bambu plester, yaitu 1 dinding bambu plester tanpa bracing (DP-TB), 1 dinding bambu plester dengan menggunakan bracing bambu (DP-BB) dan 1 dinding bambu plester dengan menggunakan bracing kawat anyam (DP-BK). Metode pengujian menggunakan beban statik (monotonic) untuk mengetahui hubungan antara ketahanan lateral dan defleksi dinding bambu plester. Pengujian monotonik hanya dilakukan sampai beban mengalami penurunan 20% dari beban puncak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dinding bambu plester dengan menggunakan bracing kawat mempunyai kapasitas beban puncak, energi disipasi, dan daktilitas lebih tinggi daripada dinding bambu plester dengan menggunakan bracing bambu. Kekakuan elastik dinding bambu plester dengan menggunakan bracing bambu 1,27 lebih besar daripada dinding bambu plester dengan menggunakan bracing kawat anyam. Beban ultimit hasil eksperimen dinding bambu plester dengan tambahan bracing baik bambu maupun kawat anyam masing-masing sebesar 25,52 kN dan 26,37 kN atau dua kali lebih besar daripada hasil analisis terhadap moda kegagalan lentur (flexural failure) berdasarkan metode Subedi (1991) sebesar 14,39 kN.

The objective of this research was to investigate capacity of plaster-wall. A series of test was conducted on three kinds of plaster-wall, namely without bracing (DP-TB), with bamboo bracing (DP-BB), and steel wire mesh bracing (DP-BK). Method used was static load (monotonic) to determine relationships between lateral load and deflection of plaster wall. The monotonic test was applied until the load decreased to 20% of peak load. The results showed that wall DP-BK have higher peak load, energy dissipation and ductility than DP-BB. Elastic stiffness of wall DP-BB was 1.27 times higher than DP-BK. The ultimate load resulted from the experiment for DP-BB and DP-BK make 25.52 kN and 26.37 kN, respectively, or twice larger than the flexural failure analysis result based on Subedi (1991) method, which was 14.39 kN.

Kata Kunci : bambu plester, bracing, tahanan lateral


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.