PENGELOLAAN KOLEKSI MUSEUM BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA: Berorientasi Pada Pelayanan Publik
WINARNI, Dr. Mahirta, M.A.
2013 | Tesis | S2 ArkeologiPada awalnya museum di Indonesia merupakan museum yang berorientasi pada koleksi. Namun seiring dengan perkembangan jaman terjadi perubahan paradigma, sehingga menjadi museum yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Museum didirikan dengan tujuan utama sebagai pelestari warisan budaya yang meliputi aspek perlindungan, pengembangan dan pemanfataan. Museum sebagai tempat pelestarian dan sebagai sumber informasi. Museum sebagai tempat pelestarian meliputi kegiatan penyimpanan, perawatan dan pengamanan. Museum sebagaisumber informasi meliputikegiatan penelitian dan penyajian. Koleksi museum merupakan benda sejarah alam dan budaya yang disimpan di museum. Koleksi merupakan inti dari sebuah museum. Permasalahan di museum adalah belum semua koleksi memiliki data yang lengkap dan belum semua koleksi disajikan kepada pengunjung. Oleh karena itu pengelolaan koleksi harus dilakukan, baik dengan cara memelihara koleksi secara fisik, melaksanakan administrasi koleksi dan mengatur lalu lintas koleksi. Selain itu, penting juga dilakukan penelitian koleksi untuk menemukan informasi dibalik koleksi, yang selanjutnya dikomunikasikan kepada publik. Pengelolaan koleksi meliputi kegiatan pengadaan, administrasi,konservasi, penyimpanan, penelitian dan mengkomunikasaikan koleksi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan dengan pengelolaan koleksi museum dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Semua itu dilakukan sebagai upaya museum sebagai lembaga pelestarian dan sumber informasi. Pelayanan museum yang kurang optimal tersebut dipengaruhi oleh pihak museum dan pemahaman masyarakat yang belum memahami peran penting museum sebagai lembaga pelestari dan sumber informasi. Oleh karena itu museum harusnya segera berbenah diri, sehingga peran museum sebagai lembaga pelestari dan sumber informasi dapat tercapai. Perubahan bukan hanya pada pengelolaan koleksi tetapi juga mengkomunikasikan informasi yang mudah diakses sehingga memilik manfaat bagi masyarakat. Penelitian ini mencoba menawarkan sistem pengelolaan koleksi dan upaya-upaya yang dapat dilakukan agar koleksi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga koleksi museum akan tertata secara administratif, data lengkap, mudah diakses dan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, peran museum sebagai lembaga pelestari warisan budaya dan sumber informasi dapat terwujud.
Initially, Indonesian museums were run as object-oriented museums. Recently there has been a paradigm change that encourages museums to move to public-oriented museums. Generally, museums are founded with the main aim to preserve cultural heritage which includes protection, development, and utilization. Museums have also other functions as preservation institution and source of information. As preservation institution, museum activities include aspects of managing storage system, maintenance, and security. Meanwhile, as source of information, museums carry out research and presentation of information. Collection is the core of museum. Here museum collection is defined as natural or cultural object which are stored and used as source of information to be presented in the museum. One of general problems faced by museum is that not all of the collection having good supporting data. In addition, not all museum collections are able to be presented properly to the public. Therefore, a museum should have a clearly planned collection management which includes physical maintenance, administrative recording, and managing collection flow. Beside, research should be conducted to find information behind the collection. then communicated to the public. Collection management includes the activity of procurement, administration, conservation, storage, research and communicating the collection to be used by the people. The problem raised in this research is related to the collection management of Benteng Vredeburg Museum in the effort to improve service to the public. All the effort are carried out to accomplish the function of museum as preservation institution and source of information. So far the museum service is considered as not satisfactory. This is due to the limited understanding among the museum staffs and public in general on the real function of the museum. Therefore, the museum should improve itself, so that the role of the museum as preservation institution and information sources can be achieved. The museum improvement should not only be conducted in many aspects of the collection management but also in the presentation of the museum collection as part of museum communication to public. This research offers some consideration on collection management system and efforts that should be done to make Benteng Vredeburg Museum to be more public-oriented. Museum collection should be managed administratively, have complete data, be accessible easily and be useful for people. Through these efforts the role of the museum as cultural preservation institution and information sources can be realized.
Kata Kunci : Museum Benteng Vredeburg, pengelolaan, koleksi, pemanfaatan.