PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK EVALUASI DAN ARAHAN PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SEMARANG
WAHID AKHSIN BUDI NUR SIDIQ, Prof. Dr. Totok Gunawan, M.S.
2013 | Tesis | S2 Penginderaan JauhKota Semarang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki perkembangan pembangunan yang cukup pesat. Pembangunan yang terjadi dapat memberikan dampak postif dan negatif. Dampak negatif dari pembangunan semakin berkurangnya luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sehingga berakibat pada menurunnya kualitas lingkungan. Luas minimal RTH di suatu perkotaan adalah 30% dari luas wilayah secara keseluruhan. RTH di kawasan perkotaan memiliki fungsi sebagai sumber penyedia oksigen dan sebagai penyeimbang iklim mikro. Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan memeberikan arahan pengembangan ruang terbuka hijau di Kota Semarang. Data penginderaan jauh yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra ALOS AVNIR-2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengkaji kemampuan citra ALOS AVNIR-2 untuk kajian RTH di Kota Semarang, 2) mengevaluasi persebaran RTH eksisting di Kota Semarang, 3) menentukan kebutuhan dan arahan pengembangan RTH di Kota Semarang. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah kebutuhan oksigen, persebaran tingkat ketidaknyamanan, tingkat tutupan hijau di daerah penelitian. Persebaran RTH eksisting diperoleh dari hasil klasifikasi multispektral dengan metode maximum likelihood. Kebutuhan oksigen dihitung pada setiap kelurahan dan selanjutnya di analisis dengan ketersediaan oksigen dari RTH eksisting. Persebaran iklim mikro diperoleh dari pengukuran langsung di daerah penelitian, sedangkan kelas tutupan hijau diperoleh dari transformasi indeks NDVI. Arahan pengembangan RTH diperoleh dari hasil overlay dengan pendekatan kuantitatif bernejang bertingkat dari ketiga parameter tersebut setelah diberi harkat dan bobot sesuai dengan pengaruhnya untuk arahan pengembangan RTH. Hasil akurasi uji ketelitian penggunaan lahan mencapai 90%. RTH eksisting di daerah penelitian pada Tahun 2009 seluas 9967,87 hektar yang dapat menghasilkan oksigen 5035,76 ton perhari, sedangkan kebutuhan oksigen didaerah penelitian Tahun 2009 sebesar 1705,288 ton perhari. Pada dasarnya kebutuhan oksigen di daerah penelitian sudah dapat tercukupi dengan suplai oksigen dari RTH eksisting, tetapi pada kenyataanya persebaran RTH di daerah penelitian tidak tersebar secara merata sesuai dengan kebutuhan di seluruh Kota Semarang, sehingga perlu dilakukan arahan pengembangan RTH agar persebarannya dapat merata sesuai dengan kebutuhan di di Kota Semarang. Dari hasil pemodelan arahan pengembangan RTH diprioritaskan menjadi 5 kelas, yaitu sangat prioritas (Kelurahan Tawangsari, Bulu Lor, Gabahan, Kuningan, Tanjungmas dan Tembalang), prioritas (Kelurahan Panggang Lor, Plamongan Sari, Tambak Harjo, Banbankerep, Ngaliyan dan Tandang), cukup prioritas (Kelurahan Terboyo Wetan, Mangkang Kulon dan Mangunharjo), kurang prioritas (Kelurahan Rowosari, Bulusan, dan Beringin) dan tidak prioritas (Kelurahan Sukorejo, Sambungan Rejo, Mijen, Pakintelan dan Wonoplumbon) . Arahan pengembangan RTH dilakukan pada setiap kelas penggunaan lahan di setiap kelurahan di Kota semarang. Pemilihan jenis RTH untuk pengembangannya disesuaikan dengan ketersediaan lahan pada daerah yang akan dijadikan arahan.
Semarang is one of the city in Indonesia which has a fairly rapid development progress. Development that occurs can provide positive and negative impacts. The negative impact construction of the reduced width green open space (RTH), is resulting in environmental degradation. Green space in urban areas has a function as a source of oxygen and as a counterweight provider microclimate. Remote sensing and Geographic Information Systems are expected to be used to evaluate and give direction of the development of green open space in the city of Semarang. Remote sensing data used in this study is the image of ALOS AVNIR-2. The purposes of this study are to 1) assessiment the ability of ALOS AVNIR-2 imagering the study RTH in Semarang, 2) evaluation the existing distribution of green space in the city of Semarang, 3) determination the needs and direction of the development of green space in the city of Semarang. The parameters used in this study is the need of oxygen, the distribution of the level of discomfort, the green cover in the study area. Distribution of existing green space obtained from the multispectral classification with maximum likelihood method. Oxygen demand was calculated at each village and further analysis with existing oxygen availability of green space. Distribution microclimate obtained from direct measurements in the study area, while the green cover classes derived from NDVI index transformation. Referrals RTH development overlay results obtained from the quantitative approach of multilevel berjenjang third parameter after being given the dignity and weight according to its influence on the direction of the development of green space. The results of the accuracy test reaches 90% of land use. Existing green space in the area of research in an area of 9967.87 hectares in 2009 to produce oxygen 5035.76 tons per day, while the oxygen demand in areas of research in 2009 amounted to 1705.288 tons per day. Basically the oxygen demand in the study area can already be fulfilled by supplying of oxygen from the existing green space, but in fact the spread of green space in the study area does not spread evenly as needed throughout the city of Semarang, so necessary to the development direction of green space in order to evenly spreading according to need in Semarang City. From the results of modeling the direction of the development of green space are prioritized into 5 classes, so the priority (Village Tawangsari, Fur Lor, Gabahan, Brass, and Tembalang Tanjungmas), priority (Village Bake Lor, Plamongan Sari, Fishpond Harjo, Banbankerep, Ngaliyan and Away), is quite priority (Village Terboyo Wetan, Terboyo Kulon, Fishpond Rejo, Mangkang Kulon and Mangunharjo), less priority (Village Rowosari, Bulusan, Tinjomoyo, boarding and Banyan) and priority (Sukorejo Village, Conn. Rejo, Mijen, Pakintelan and Wonoplumbon). Referrals RTH development conducted at each class of land use in each village in the city of Semarang. Selection of type of green space to development adapted to the availability of land in the area to be used as guidance.
Kata Kunci : ALOS AVNIR-2, NDVI, Ruang Terbuka Hijau, Roof Garden