EVALUASI DAMPAK PEMEKERAN KABUPATEN SORONG SELATAN PROVINSI PAPUA BARAT DARI BIDANG PENDIDIKAN
Drs Johanis Frabuku, Dr. Nunuk Dwi Retnandariyang
2013 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikPembangunan sosial bidang pendidikan merupakan salah satu sarana yang strategis, selain kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan, yaitu kesejahteraan rakyat sebagaimana yang dicita-citakan bersama. Pembangunan bidang pendidikan dikatakan sebagai sarana yang strategis karena pembangunan pendidikan pada hakekatnya berorientasi pada pembangunan manusia, di mana pembangunan yang memanusiakan manusia lain dan sebagai investasi manusia masa depan bagi individu, keluarga, bangsa, dan negara. Tujuan penelitian ini sebagai evaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan kinerja pemerintah daerah kabupaten Sorong Selatan dalam mengimplementasi kebijakan pendidikan di daerah pemekaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di lima distrik yaitu Teminabuan, Moswaren, Aifat Timur, Seremuk, dan Wayer kabupaten Sorong Selatan sebagai perlakuan, sedangkan distrik Aimas, dan Mayamuk kabupaten Sorong sebagai kontrol. Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan teknik wawancara dan data sekunder menggunakan teknik dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik kualitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan di kabupaten Sorong Selatan belum memberikan hasil yang optimal, dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan karena tidak diperkuat dengan data tentang kasus pendidikan yang dialami masyarakat seperti (1) rata-rata lama sekolah, (2) angka partisipasi kasar (APK), (3) angka partisipasi murni (APM), (4) angka melek huruf dan buta huruf, dan (5) angka putus sekolah sehingga dalam perencanaan, strategi, kebijakan dan program pembangunan yang dilaksanakan dapat secara bertahap memecahkan masalah ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan implementasi kebijakan pendidikan di kabupaten Sorong Selatan adalah (1) sumberdaya manusia, (2) Sarana dan prasarana pendidikan, (3) pembiayaan pendidikan, dan (4) kebijakan pemerintah daerah.
Social development in education is one of the strategic means, in addition to the health, economic, and infrastructure to achieve the goals and targets, as well as the welfare of the people aspired together. Development of education is said to be a strategic tool for the development of education in essence oriented human development, where development humanize other human beings and human beings as a future investment for individuals, families, nations, and countries. The purpose of this study as an evaluation to determine the success and failure of performance South Sorong regency governments in implementing education policy in the division. This study used a qualitative descriptive method. Locations in the five districts of Teminabuan, Moswaren, East Aifat, Seremuk, and Wayer South Sorong regency as a treatment, whereas Aimas districts and counties Mayamuk shoves as controls. The data used are primary data by using secondary data using interviews and documentation techniques. The data collected was analyzed using qualitative techniques. The results of this study indicate that the development of education in South Sorong regency not provide optimal results, starting from the planning, implementation, and supervision for not confirmed by the data of the case study communities experienced as (1) the average length of the school, (2) gross enrollment rate (GER), (3) the net enrollment rate (NER), (4) number of literate and illiterate, and (5) the dropout rate so that in planning, strategy, policies and programs that can be implemented in stages to solve this problem. Factors influencing the success and failure of the implementation of education policy in South Sorong regency are (1) human resources, (2) facilities and infrastructure, (3) the financing of education, and (4) local government policy.
Kata Kunci : Evaluasi, pemekaran kabupaten Sorong Selatan, Kasus bidang pendidikan.