Laporkan Masalah

FLEMING’S DEFENSE MECHANISMS AND PROCESS OF MATURITY IN STEPHEN CRANE’S THE RED BADGE OF COURAGE

Adam Anshori, SS., Prof. Dr. C. Sobakdi Soemanto, S.U.,

2013 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Penelitian ini merupakan upaya untuk membahas kepribadian Henry Fleming, karakter fiksi dalam novel The Red Badge of Courage. Ada dua rumusan masalah dalam penelitian ini, (1) Apa mekanisme pertahanan yang terjadi dalam karakter Fleming dan (2) Bagaimana proses kematangan emosional dalam kepribadian Fleming. Penelitian ini menggunakan teori Pengkajian Amerika oleh Robert Meredith yang setuju bahwa teori Pengkajian Amerika membutuhkan lebih dari satu disiplin akademik. Rekonsiliasi dari disiplin akademik memungkinkan penulis menggunakan pendekatan psikologi. Menurut Wilbur S. Scott penerapan pengetahuan psikologi dapat menghasilkan tiga jenis proses analisa: analisa bahasa yang lebih tepat yang dapat digunakan untuk membahas proses kreatif, analisa atau studi dari kehidupan penulis, dan penggunaan teori psikologi untuk menganalisis karakter fiksi. Teori-teori psikologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Sigmund Freud dalam bukunya Psychoanalysis: A General Introduction to Psychoanalysis (2002), dan The Ego and The Id (1962), teori dari Anna Freud dalam bukunya The Ego and Defense Mechanism (1948) dan teori dari Kevin Everett FitzMaurice dalam bukunya The Secret of Maturity: Or How Not to be Codependent (1989) dan Self-Concept: The Enemy Within (1989). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada total 25 tindakan mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh Fleming di dalam novel ini. Henry melakukan semua dari sepuluh mekanisme pertahanan dari teori Anna Freud. Tindakan denial digunakan Henry untuk menolak menerima kondisi yang ia hadapi dan bahkan berbohong kepada kawan-kawannya sendiri. Tindakan regression dilakukan dengan tidak berbicara kepada rekan sendiri baik untuk membantu atau hanya mengabaikan rekan-rekannya. Sebagian besar tindakan fantasy adalah mengenai imajinasi perang yang ideal dalam perspektif Henry yang pada kenyataannya jauh dari kenyataan. Dalam tindakan displacement, sebagian besar adalah dengan menyalahkan rekan-rekan maupun jenderal sendiri dan bukan kepada musuhnya. Tindakan sublimation dilakukan dengan menyembunyikan ketakutan dan memproyeksikan kepercayaan dirinya. Dalam tindakan projection, Henry memproyeksikan ketidakamanan kepada musuh dan jenderalnya. Tindakan rationalization dilakukan dengan membenarkan pelariannya dari medan pertempuran. Tindakan intellectualization yang dilakukan Henry adalah dengan membiarkan pikirannya mengatasi tindakannya. Tindakan repression adalah dengan melupakan fakta bahwa sebagai manusia ia tetap bergantung kepada seseorang. Dan yang terakhir, tindakan reaction formation adalah dengan menyerang musuh untuk menyembunyikan ketakutannya sendiri. Proses kematangan emosi Fleming harus dilihat sebagai proses menuju kedewasaannya. Proses kematangan emosi Fleming dimulai dengan mengakui perasaannya (Level 1), bersikap jujur tentang pemikirannya (Level 2), bersedia untuk membuka pikiran dan perasaan (Level 3), mampu meminta dan menerima kebaikan dari dirinya sendiri dan kemudian dari teman-temannya (Level 4), Henry sampai pada tingkat kesadaran bahwa batas-batas mental dan penderitaan yang ia ciptakan sendiri hanyalah masalah keterbatasan mental biasa dan Henry mampu mengembangkan sifat-sifat baik yang ia lihat pada diri Wilson (Level 5), dan Henry telah mendapatkan nilai-nilai baik yang ia amati sebelumnya dari Wilson dan menyadari bahwa ia telah sepenuhnya meninggalkan ide mengenai konsep diri (Level 6).

This study is an attempt to discuss the personality of Henry Fleming, a fiction character in the novel the “Red Badge of Courage. There are two problem statements in this study, (1) What defense mechanisms which occur in Fleming’s character and (2) How does the process of emotional maturity in Fleming’s personality. This study used American Studies theory by Robert Meredith which agrees that the American Studies approach needs more than one academic discipline. The reconciliation of academic discipline enables the writer uses psychological approach. According to Wilbur S. Scott the application of psychological knowledge can generate three kinds of study and analysis: a more precise language with which to discuss the creative process, a study of lives of authors, and the use of psychology to analyze fictional characters. The theories of psychology were taken from Sigmund Freud’s Psychoanalysis: A General Introduction to Psychoanalysis (2002), Sigmund Freud’s The Ego and The Id (1962), Anna Freud’s The Ego and Defense Mechanism (1948) and Kevin Everett FitzMaurice’s The Secret of Maturity: Or How Not to be Codependent (1989) and Self-Concept: The Enemy Within (1989). The result of the study shows that there are a total of 25 acts of defense mechanisms conducted by Fleming in this novel. Henry acts all of the ten defense mechanisms from Anna Freud’s theory. The primary act of denial is refusing to accept the condition Henry is facing and even lying to his own comrades. The acts of regression are not to talk to his own comrades either to help or just ignoring his comrades. Most of the acts of fantasy are about the ideal war in Henry’s perspective which in reality was far from it. In the acts of displacement, most are by blaming his comrades and his generals instead of the enemy. The act of sublimation is conducted by hiding his fear and projecting his confidence. In the act of projection, Henry is projecting his insecurities to his enemy and his generals. Henry’s act of rationalization is by justifying his flee from the battle. Henry’s act of intellectualization is by letting his thought overcome his act. The act of repression is by forgetting the fact that he is dependant to someone. And in the last, the act of reaction formation is by attacking the enemy in order to hide his fears. The process of Fleming’s emotional maturity must be seen as a process toward his manhood. Fleming’s process of emotional maturity starts with acknowledge his feeling (Level 1), being honest about his thought (Level 2), willing to open his thought and feeling (Level 3), able to ask for and to receive the nurturing first from himself and then from his friends (Level 4), Henry comes to a major realization - that the mental boundaries and subsequent anguish he has put himself through were little more than that - mental boundaries and he seems to be developing good qualities he saw in Wilson (Level 5), and Henry has achieves the values he observed from Wilson and realize that he has left the self-concept completely (Level 6).

Kata Kunci : defense mechanisms, emotional maturity, psychological approach


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.