ANALISIS RESIKO PADA PERLINTASAN SEBIDANG ANTARA JALAN DAN JALUR KERETA API (Studi Kasus: Perlintasan Sebidang Berpintu, Kota Yogyakarta)
DWI HARRY YULISETIANTO, Prof. Dr. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc.
2013 | Tesis | S2 Mag. S. & T.TransportasiSetiap perlintasan sebidang berpintu maupun tidak berpintu memiliki karakteristik dan permasalahan yang berbeda-beda. Tingginya tingkat kejadian kecelakaan pada perlintasan sebidang sering digunakan sebagai indikator bahwa perlintasan tersebut rawan dan beresiko. Penentuan tingkat resiko dengan pendekatan berdasarkan karakteristik eksisting perlintasan sebidang masih jarang dilakukan dan belum dikembangkan khususnya di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya suatu penelitian untuk mengetahui nilai resiko berdasarkan karakteristik perlintasan sebidang sehingga prioritas penanganan terhadap perlintasan dapat dilakukan lebih efektif sesuai dengan permasalahan pada kondisi eksisting masing-masing perlintasan tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap kondisi eksisting perlintasan sebidang berdasarkan Australian Level Crossing Assessment Model (ALCAM). Penelitian dilakukan pada 2 (dua) perlintasan sebidang yaitu JPL 349 jalan Ipda Tut Harsono dan JPL 739 jalan Hos Cokroamnioto Yogyakarta dengan melakukan pengamatan terhadap karakteristik perlintasan. Data karakteristik perlintasan sebidang yang telah dikumpulkan kemudian diolah untuk memperoleh nilai kemungkinan, nilai paparan dan nilai konsekuensi pada perlintasan sebidang sehingga diketahui besaran nilai resiko pada masing-masing perlintasan yang diteliti. Hasil perhitungan nilai resiko kemudian digunakan untuk menyusun peringkat perlintasan sebidang dan menetukan prioritas untuk dilakukan penanganan. Berdasarkan hasil penelitian perlintasan JPL 349 jalan Ipda Tut Harsono diperoleh nilai kemungkinan adalah sebesar 152, nilai paparan adalah 95.700 smpk dan nilai konsekuensi adalah 3, sehingga nilai resikonya adalah sebesar 43.639.200. Sedangkan untuk pelintasan JPL 739 jalan Hos Cokroaminoto diperoleh nilai kemungkinan adalah sebesar 110, nilai paparan adalah 73.455 smpk dan nilai konsekuensi adalah 2, sehingga nilai resiko adalah sebesar 16.160.100. Perlintasan sebidang dengan nilai resiko yang tertinggi merupakan perlintasan sebidang yang penanganannya mendapatkan prioritas tertinggi berdasarkan karakteristiknya
problems. The high incident rate of accidents is often used as an indicator to declare that level crossing are vulnerable and risk. Determining the level of risk based on the characteristics approaches of the existing level crossing are still rare and undeveloped, especially in Indonesia. In relation to this, necessary to have a study to assess the risk based on the characteristics of level crossing so the priority treatment for crossing can be done more effectively in accordance with the problems of the existing condition of each crossing. In this research, an analysis of existing conditions level crossing based on Australian Level Crossing Assessment Model (ALCAM). Research was conducted in 2 (two) level crossing there are JPL 349 on Ipda Tut Harsono Street and JPL 739 on Hos Cokroamnioto Street of Yogyakarta by observing the existing characteristics of the crossings. Data of characteristics of level crossing that has been collected and processed to obtain a value of Likelihood, Exposure and Consequences of level crossings that the known amount of risk at each crossing are studied. Risk assessment results are then used to organize the level crossing and determine priorities for treatment done. Based on the results of research at level crossing JPL 349 Ipda Tut Harsono street obtained the value of Likelihood is 152, exposure is 95,700 smpk and the consequences is 3, so the amount of the risks is 43,639,200. While on level crossing JPL 739 Hos Cokroaminoto street, Likelihood value is obtained by 110, the value of exposure is 73 455 smpk and consequence is 2, that value risk amounted to 16,160,100. Level crossing with the highest risk value is the level crossing get the highest priority on treatment of characteristics condition.
Kata Kunci : perlintasan sebidang, analisis resiko, ALCAM