Laporkan Masalah

PERGESERAN MAKNA DAN PEMANFAATAN RUANG PEKAPALAN KERATON YOGYAKARTA

Sri Sunarti, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng,Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Seiring dengan kondisi kompleks Pekapalan di Kawasan Keraton Yogyakarta yang didominasi hunian PKL, gelandangan, deretan kios yang menutupi Bangsal Pekapalan, maka tidak sepantasnya kondisi tersebut berada pada wajah depan keraton. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan sosok Pekapalan hingga ditemukan terjadinya pergeseran fungsi terkait Pekapalan sebagai bagian tak terpisahkan dari Alun-alun utara Karaton Ngayogyokarto Hadiningrat yang mempunyai nilai penting sekaligus citra Yogyakarta, yang perlu dilestarikan sesuai UU Cagar Budaya Nomor 11 tahun 2010. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi dengan metode analisis kualitatif. Oleh karena kelangkaan dan keterbatasan data masa lalu terkait objek penelitian maka teknik pengumpulan data menerapkan sistem induktif purposive sample, dengan menitikberatkan perolehan data dari hasil wawancara para pihak terkait naskah, aritkel, tembang. Penelitian ini menemukan tiga karakter spesifik Pekapalan pada tiga periode atau masa yang terkait dengan aspek keraton sebagai fungsi kasultanan, fungsi publik, dan fungsi budaya, yang kemudian tahun 1980 an dikemas menjadi paket wisata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi pemahaman terkait pemaknaan pelestarian Pekapalan sebagai warisan budaya dengan wujud, rupa, ragam atau bentuk yang melekat pada dirinya dari setiap masa atau generasi yang mewakilinya.

Along with complex conditions in the Region of Yogyakarta Palace Pekapalan predominantly residential street vendors, homeless people, rows of stalls covering Pekapalan Ward, it is not proper condition is on the front face of the palace. This study aimed to describe the figure Pekapalan found Pekapalan shift related functions as an integral part of the Palace Square north Ngayogyokarto Sultanate that has significant value once the image of Yogyakarta, which need to be preserved in accordance with Law No. 11 Heritage in 2010. This is phenomenology a research qualitative analysis methods. Because of the scarcity and limitations of past data related to the object of research data collection techniques applied purposive sample inductive systems, with emphasis on the acquisition of data from interviews stakeholders and manuscripts, aritkel, song. This study found three specific characters Pekapalan the three periods or time-related aspects of the palace as a function Sultanate, public functions, and the functions of culture, in the 1980s and then packed into packages. The results of this study are expected to provide an understanding of the meaning associated Pekapalan preservation of cultural heritage as a form, manner, or form various inherent of any age or generation representing it.

Kata Kunci : pelestarian, keraton, pemanfaatan, Pekapalan, Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.