Laporkan Masalah

TESTING OF POLONITE, GAZOBETON, PAREPARE BLACK VOLCANIC SAND BEACH, AND KADIDIRI CORAL BEACH SAND FOR PHOSPHORUS REMOVAL FROM WATER AND WASTEWATER IN CONSTRUCTED WETLAND

DIAN DWI KARTIKASARI, Ir. Supranto, M.Sc., Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Mag.Sistem Teknik

Karakteristik air limbah domestik di Indonesia umumnya mengandung phosphor 4-15 mg/L. Phosphor dalam air limbah harus ditangani agar kadarnya berkurang menjadi 0.2 mg/L berdasarsakan Peraturan Pemerintah Indonesia No. 82/2001 tentang manajemen kualitas air dan control terhadap polusi air, batas maksimum adalah 0.2 mg/L. Laporan 1953 dari Institusi Max Planck di Jerman oleh Kathe Seidal mendikusikan kemungkinan penggunaan tanaman wetland untuk menyingkirkan nutrisi dari air limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah Polonite, Gazobeton, pasir pantai vulkanik hitam Parepare dan pasir koral pantai Kadidiri dapat digunakan sebagai bahan penyerap dan untuk mendapatkan data kapasitas penyerapan phosphor, efisiensi dan konstanta kapasitas penyerapan phosphor dari bahan tersebut. Penelitian ini terdiri dari batch dan box. Penelitian batch dilakukan pada semua bahan dengan mengocok sampel secara mekanik dalam beberap menit dengan berbagai konsentrasi larutan phosphor yang disiapkan dalam bentuk KH2PO4 dan air limbah. Penelitian box dilakukan untuk mengevaluasi penyingkiran phosphor oleh Gazobeton dalam janka pangjang. Kapasitas penyerapan phosphor tertinggi dimiliki oleh Polonite 0.917 g/Kg, berikutnya Gazobeton 0.504 g/Kg, pasir pantai vulkanik hitam Parepare 0.174 g/Kg dan terakhir pasir koral pantai Kadidiri 0.131 g/Kg. Efisiensi penyerapan phosphor oleh Polonite, Gazobeton, pasir pantai vulkanik hitam Parepare dan terakhir pasir koral pantai Kadidiri per Kg berturutturut adalah 91% 50%; 17% and 13% . Konstanta kapasitas penyerapn phosphor dari Polonite adalah 4906 L/g Gazobeton adalah 115 L/g Parepare black volcanic sand beach adalah 19 L/g dan Kadidiri coral beach sand adalah 14 L/g.

Characteristics of domestic wastewater in Indonesia generally contain phosphorus 4-15 mg/L. Phosphorus in wastewater must be treated to reduce the phosphorus content according to the Indonesia: Government Regulation No. 82/2001 management of water quality and control over water pollution, maximum allowable levels is 0.2 mg/L. A 1953 report from the Max Planck Institute in Germany by Dr. Kathe Seidal discusses the possibility of using wetland plants to remove nutrients from wastewater. The objectives of this research are to ascertain whether Polonite, Gazobeton, Parepare black volcanic sand beach and Kadidiri coral beach sand can be used as sorbent materials and to obtain the data of phosphorus sorption capacity, efficiency and phosphorus adsorption capacity constant of those materials. This research consists of batch and box experiment. Batch experiment was conducted for all material by mechanically shaking sample for several minutes with varying concentrations of the artificial phosphorus solution prepared from KH2PO4 and wastewater. Box experiment was conducted to evaluate the phosphorus removal by Gazobeton in long term experiment. The highest sorption capacity was attained by Polonite 0.917 g/Kg, was followed by Gazobeton 0.504 g/Kg, Parepare black volcanic sand beach 0.174 g/Kg and then the finally Kadidiri coral beach sand 0.131 g/Kg. The phosphorus sorption efficiency by Polonite, Gazobeton, Parepare black volcanic sand beach and Kadidiri coral beach sand each Kg are 91%, 50%; 17% and 13% respectively. Phosphorus adsorption capacity constant of Polonite is 4906 L/g Gazobeton is 115 L/g Parepare black volcanic sand beach is 19 L/g and Kadidiri coral beach sand is 14 L/g.

Kata Kunci : Limbah phospor, Polonite, Gazobeton dan Pasir pantai vulkanik hitam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.