STRATEGI KELANGSUNGAN HIDUP KELUARGA MISKIN
Reza Amarta Prayoga, Prof. Dr. Sunyoto Usman,
2013 | Tesis | S2 SosiologiKemiskinan di perkotaan selalu menyajikan segala kompleksitas permasalahan mulai dari pemukiman kumuh, tuna wisma, pengangguran dan permasalahan lainnya yang menuntut penyelesaian. Demikian juga, kemiskinan di daerah perkotaan seperti di Kota Yogyakarta tepatnya Kelurahan Tegalpanggung yang karena posisinya berada di pusat kota tersebut mengundang para pendatang atau urbanis untuk bertempat tinggal sehingga menjadi salah satu daerah kantong kemiskinan. Menghadapi kenyataan kondisi yang demikian, menuntut keluarga miskin Tegalpanggung selalu fleksibel dan dinamis mencari cara atau upaya agar mereka tetap bisa melanjutkan kehidupan pada saat berada dalam tekanan atau krisis secara ekonomi dan sosial. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi bagaimana strategi menjaga kelangsungan hidup (survival) pada keluarga miskin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Adapun instrumen utama dalam pengumpulan data di lapangan dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan untuk mendapatkan data tambahan ditelusuri pula laporan-laporan tertulis dari kantor kelurahan yang berkaitan dengan topik penelitian. Berdasarkan temuan lapangan menunjukkan bahwa hubungan sosial sebagai bentuk modal sosial yang dibangun oleh keluarga miskin seperti kerabat atau keluarga, ketetanggaan, rekan kerja, dan jaringan arisan sebagai aset tidak nyata (intagible asset) yang dimiliki keluarga miskin dapat menjadi strategi pilihan bertindak alternatif sebagai katub penyelamat (safety valve) yang mereka manfaatkan untuk menjaga kelangsungan hidup. Keberadaan modal sosial tidak terlepas dari adanya interaksi yang intens antara para aktor yang terlibat secara langsung dalam interaksi tersebut, interaksi yang intens inilah kemudian di kuatkan melalui nilai-nilai ikatan sosial yang dibangun, seperti adanya kesamaan dari asal tempat tinggal, kejujuran, selalu peduli, saling menjaga dan membantu, dan rasa senasib dan sepenanggungan. Nilai-nilai itulah yang diyakini kuat oleh para keluarga miskin sebagai perekat sosial (Social Glue), pelumas (lubricants) dalam membangun relasi sosial yang kuat dan pendukung dari bentuk-bentuk relasi sosial yang ada di keluarga miskin, intinya relasi yang dijalin dengan baik maka akan melahirkan akses yang lebih mudah kepada barang langka, peluang, informasi ataupun pinjaman. Berdasarkan situasi dan kondisi sosial dan ekonomi yang terjadi, maka muncullah strategi menjaga kelangsungan hidup pada keluarga miskin yang dilakukan untuk menyiasati tekanan hidup baik yang menyangkut pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pendapatan dan kesulitan memperoleh pekerjaan. Strategi kelangsungan hidup itu merupakan manifestasi dari tindakan rational choice yang dilakukan keluarga miskin, merespon berbagai situasi yang dihadapi baik melalui upaya-upaya seperti memanfaatkan mutual help (keluarga dan tetangga), mengikuti jaringan arisan, menjaga relasi baik dengan rekan kerja dan juragan, serta suami istri bekerja sambilan.
Poverty in urban area tends to present the complexity of problems and cases including poor houses, homeless people, unemployment, and so on that remain unsolved. The issue of poverty also appears in Yogyakarta, especially in Kelurahan Tegalpanggung that is placed on the central of Yogyakarta; that place leads the creation of the slumps which are caused by the coming of urbanism who prefer to live in the surrounding area. Those conditions make each family who live on the area need to be flexible and dynamic; especially in facing both social and economic crisis. This research tries to identify the survival strategy of poor family by using qualitative description as the methodology; deep interview and participative observation is also applied as the primary instruments to collect the data on the sphere. Documents from the government administration which are related to the study are also used as additional information. Based on the data that are found on the sphere, I found out that poor family use social relationship as their modal by creating an intangible asset such as neighborhood, kinship, colleague, any other type of social gathering as an alternative act of safety value to maintain the life perpetuity. Modal can’t be separated from the intense interaction between each actor who takes participations which then lead to a strong social bound, integrity, inadvertent, the possibility in providing help, sharing another’s trial and tribulation as social glue, lubricants, to give an easy access toward information, loan, rare goods, and opportunity. Current situation and social condition also lead to the survival strategy in maintaining life perpetuity especially to fulfill life need, salary and job. Strategy is part of manifestation or rational choice that are conducted by poor family as a respond to the current situation by maximizing the use of mutual help from their family member and neighbor, by joining social gathering, creating good relationship with colleague and boss or taking part time job.
Kata Kunci : modal sosial, strategi kelangsungan hidup, keluarga miskin