HUBUNGAN ANTARA PREMATURITAS DENGAN KEJADIAN AUTISTIC SPECTRUM DISORDER
Asri Yuniastuti, Prof. dr. Djauhar Ismail, Sp.A(K), MPH, Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Kedokteran KlinikPrevalensi Autistic Spectrum Disorder (ASD) meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Penyebab ASD belum diketahui secara pasti. Faktor genetik maupun non genetik diduga berperan. Penelitian-penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, hasilnya masih inkonsisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara prematuritas dengan kejadian ASD. Penelitian case-control ini dilakukan di sekolah-sekolah autis di Yogyakarta dari Februari 2011 sampai Oktober 2012 dengan consecutive sampling. Kriteria inklusi kelompok kasus adalah anak dengan ASD, dan orangtua menyetujui anaknya menjadi subyek penelitian. Kriteria eksklusi adalah anak dengan ASD yang mempunyai kelainan genetik, atau subyek akan pindah dalam masa penelitian. Besar sampel adalah 48 subyek untuk kelompok kasus dan 96 subyek untuk kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner melalui wawancara langsung. Uji hipotesis yang digunakan adalah analisis logistic regression. Hasil penelitian: Karakteristik demografi (usia ayah dan ibu, pendidikan ayah dan ibu, dan riwayat keluarga dengan ASD) tidak berhubungan dengan kejadian ASD. Prematuritas tidak berhubungan dengan kejadian ASD (p=0,46), sedangkan asfiksia dan lahir SC mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian ASD (berturut-turut OR=8,3 IK95%=1,9-35,4 p=0,004; OR=6,1 IK95%=1,66-22,6 p=0,007). Setelah dilakukan analisis stratifikasi dengan Mantel Haenszel, ternyata asfiksia dan lahir SC merupakan faktor perancu (confounder). Simpulan: Lahir kurang bulan bukan merupakan faktor risiko ASD.
The prevalence of Autistic Spectrum Disorder (ASD) has increased in recent decades. The definite causes of ASD are not yet to be found, it is believed that they constitute genetic and non genetic factors. Inconsistent findings have been shown by previous studies on this matter. The objective is to determine the relationship between prematurity and ASD incidence. This case-control study was performed at autistic schools in Yogyakarta, from February 2011 to October 2012. The inclusion criteria were children with ASD, who became subjects of the study upon agreement from their parents. Subjects with a genetic condition or who were moving out during the study period were excluded. The case group consisted of 48 subjects and 96 subjects for control-group. Data were obtained through questionaire by direct interview. Logistic regression analysis was performed to examine the hypothesis. Results: Demographic characteristics (parental age, parental education and family history of ASD) did not show a significant association with ASD. Prematurity was not associated with ASD (p=0,46), however asphyxia and caesarean birth show a significant association with ASD, respectively (OR=8,3 CI95%=1,9-35,4 p=0,004; OR=6,1 CI95%=1,66-22,6 p=0,007). Asphyxia and caesarean birth were confounding factors for prematurity.
Kata Kunci : autistic spectrum disorder, prematuritas, asfiksia, lahir SC, casecontrol