PENGARUH TINGGI RENDAHNYA KONTROL PERILAKU TERHADAP MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI
YULIUS AJIE, Dr. Sumiyana
2013 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi TerapanTRA adalah dasar dari model keperilakuan. Beberapa dari model tersebut adalah TPB dan TAM. TPB menambahkan konstruk kontrol perilaku pada model TRA. Lebih jauh, TRA dikembangkan menjadi TAM. TAM tidak lagi menggunakan kontrol perilaku sebagai variabelnya. Penelitian ini menemukan kontrol perilaku penting dalam perilaku penggunaan teknologi informasi. Perbedaan karakteristik dari kontrol perilaku menghasilkan tingkat hubungan antar variabel yang berbeda pada setiap model. Untuk itu, penanganan yang berbeda diperlukan untuk setiap individu dalam membangun niatnya dalam menggunakan teknologi informasi. TAM kurang fit dalam memprediksi perilaku penggunaan teknologi informasi pada individu dengan kontrol perilaku rendah. Hal ini dijelaskan oleh asumsi TRA karena TAM dikembangkan berdasarkan TRA. TRA didesain untuk memprediksi perilaku dengan kontrol keinginan yang kuat pada setiap individu.
TRA is the basic of behavioral models. Some of those models are TPB and TAM. TPB add perceived behavioral control construct to the TRA model. Further, TRA is developed to be TAM. TAM no longer use the perceived behavioral control as its variable. This study found that behavioral control is improtant in the use of information technology behavior. The characteristic differences of behavioral control produce different level of constructs relation in each model. Therefore, different treatments are required for each individual to build their intention to use information technology. TAM is less fit to perdict the behavior of the use of information technology in individuals with low behavioral control. This is explained by the assumption of TRA because TAM were developed base on TRA. TRA is designed to predict behavior with high volitional control on each individual.
Kata Kunci : Perilaku, niat perilaku, sikap, kegunaan persepsian, kemudahan penggunaan persepsian, kontrol perilaku persepsian.