Laporkan Masalah

PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI, DEKOMPOSISI SUMBER PERTUMBUHAN OUTPUT, DAN PERTUMBUHAN TOTAL FACTOR PRODUCTIVITY (TFP): Analisis Lanjutan Tabel Input-Output Provinsi Kalimantan Selatan, 2000-2010

Nurul Fajri, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan target pelaksanaan pembangunan di setiap daerah. Pembangunan harus diprioritaskan pada sektorsektor yang mampu menjadi penggerak utama perekonomian sehingga perekonomian dapat tumbuh dengan lebih cepat. Menurut sumbernya, pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari sisi permintaan agregat yaitu konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor dan impor, dan sisi penawaran agregat yaitu pertumbuhan tenaga kerja, pertumbuhan modal dan pertumbuhan TFP (Total Factor Productivity). Dalam jangka panjang, pembangunan ekonomi akan membawa perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. Kuznet mendefinisikan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan terus menerus dalam produk/Output per kapita atau per pekerja dan biasanya diikuti dengan perubahan struktural (Jhinghan, 2003). Perubahan struktur ekonomi dari sektor primer ke sektor industri bukan hanya merupakan dampak dari pembangunan namun juga untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan tabel Input-Output Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2000,2005 dan 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dalam struktur nilai tambah sektor pertambangan tetap penopang ekonomi yang utama, namun sektor ini memiliki keterkaitan dengan sektor lain yang rendah. Berdasarkan indeks keterkaitan ke depan, indeks keterkaitan ke belakang dan angka pengganda Output maka sektor penggerak dan pendorong pertumbuhan ekonomi utama adalah industri pengolahan yaitu industri kimia, industri makanan, minuman dan tembakau, industri karet dan plastik, industri kertas, percetakan dan penerbitan serta industri logam, mesin, alat angkutan dan industri pengolahan lainnya. Berdasarkan Multiplier Product Matrix dapat dilihat industri menunjukkan peran yang dominan (leading role) dalam perekonomian sehingga dapat dikatakan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan sedang menuju ke arah perubahan struktur ekonomi. Dekomposisi sumber pertumbuhan berdasarkan model Chenery (1960) menunjukkan bahwa sumber pertumbuhan ekonomi utama di Provinsi Kalimantan Selatan adalah ekspor yaitu sebesar 67 persen pada periode 2000-2005 dan 73,72 persen pada periode 2005-2010 terutama ekspor batubara. Dekomposisi pertumbuhan produktifitas dilakukan dengan model Kuroda dan Namura (2004) dan menunjukkan bahwa pertumbuhan TFP dan modal mempunyai hubungan linear yang kuat dan signifikan dengan pertumbuhan Output sedangkan produktifitas tenaga kerja tidak mempuyai hubungan yang signifikan dengan pertumbuhan Output. Akhirnya dengan kekayaan sumber daya alam yang berlimpah, industri yang berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan Provinsi Kalimantan Selatan adalah industri berbasis pertanian dan industri berbasis pertambangan dengan strategi utama adalah subtitusi impor dan investasi dalam bentuk modal dan teknologi.

High economic growth is the target of economic development in each area. Economic development should be prioritized in sectors that can be a major driver of the economy so that the economy can grow faster. According to sources, economic growth can be seen from the aggregate demand side, namely consumption, investment, government spending, exports and imports, and the aggregate supply side namely labor growth, capital growth and the growth of TFP (Total Factor Productivity). In the long run, economic development will bring a fundamental change in the economic structure. Kuznets define that economic growth is a continuous rise in the product/Output per capita or per worker and is usually accompanied by structural changes (Jhinghan, 2003). Changes in the economic structure of the primary sector to the industrial sector is not only a result of the economic development, but also for sustainable development in the long run. This study uses South Kalimantan’s Input-Output Tables of 2000.2005 and 2010. The results showed that although the structure of the value-added of the mining sector remains the main economic pillar, but this sector has low linkages with other sectors. Based on the forward linkage index, backward linkages indexe and Output multiplier, prime mover and driving economic growth sector are manufacturing sector i.e chemical industry, food, beverages and tobacco industry, rubber and plastics industry, paper, printing and publishing industry and industry of metal, machinery, transport equipment and other manufacturing industries. Based Multiplier Product Matrix, manufacturing industry suggest a dominant role (or leading role) in the economy so that it can be said that the province of South Kalimantan are heading toward a change in the economic structure. Decomposition of sources of growth based on the Chenery’s model (1960) showed that the main source of economic growth in South Kalimantan is exports by 67 percent in the period 2000-2005 and 73.72 percent in the period 2005-2010, especially the export of coal. Decomposition of productivity growth made by Namura and Kuroda’s model (2004) and suggests that TFP growth and capital have a strong linear relationship and significant Output growth, while labor productivity have no significant correlation with Output growth. Finally, the wealth of the abundant natural resources, industry-oriented economic growth and sustainable development in South Kalimantan Province is agriculture-based industries and mining-based industries with the main strategy is to import substitution and investment in capital and technology.

Kata Kunci : Tabel Input-Output, Multiplier Product Matrix, Dekomposisi sumber pertumbuhan output, Total Factor Productivity (TFP)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.