BERITA AKSI KEKERASAN MAHASISWA MAKASSAR DALAM SURAT KABAR FAJAR MAKASSAR DAN TRIBUN TIMUR MAKASSAR: SUATU ANALISIS WACANA KRITIS
JALALUDDIN B, Prof. Faruk, H.T.
2013 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaMahasiswa Makassar dan aksi kekerasan adalah suatu realita yang tidak dapat dilepaskan dari pandangan masyarakat saat ini. Ketika menyebut ataupun memperkenalkan diri sebagai mahasiswa Makassar, maka yang terlintas dengan sekejap adalah aksi kekerasan mereka, bukan prestasinya. Kedewasaan, Kritis, dan Inovatif yang semestinya menjadi penguat identitas mahasiswa secara keseluruhan kini telah bergeser menjadi sekelompok manusia yang suka melakukan aksi kekerasan dan tindak anarkis lainnya sama halnya apa yang dilakukan oleh para preman. Realita seperti ini lah sesungguhnya yang telah terbentuk di tengah-tengah masyarakat saat ini. Terkait hal tersebut, kehadiran media massa dicurigai turut andil dalam membentuk dan mengkonstruksi pandangan masyarakat ini lewat produksi wacana berita mereka tidak terkecuali surat kabar lokal Makassar, yakni Fajar dan Tribun Timur. Ideologi-ideologi yang mereka sebarkan ini melalui produksi wacananya pada akhirnya menaklukkan dan menguasai (hegemoni) pandangan masyarakat secara alami dan berterima (taken for granted/common sense) terhadap identitas para mahasiswa Makassar yang mengindentikkan mereka sebagai preman. Karena itu, dalam penelitian ini akan mencoba mencari tahu bagaimana kerja media massa dalam memproduksi wacana berita mereka perihal aksi kekerasan yang diberitakan olehnya dalam unjuk rasa para mahasiswa Makassar. Pendekatan kritis berupa Analisis Wacana Kritis milik Norman Fairclough akan digunakan dalam menganalisis temuan dokumen berupa pemberitaan surat kabar lokal Makassar, yakni Fajar Makassar dan Tribun Timur Makassar seputar aksi unjuk rasa memperingati hari Anti Korupsi Sedunia pada tanggal 10 Desember tahun 2010. Dalam hasil penelitian ini ditemukan bahwa telah terjadi bentuk wacana kekerasan terhadap identitas para mahasiswa Makassar melalui pemberitaan surat kabar lokal Makassar, yakni Fajar dan Tribun Timur. Surat kabar Fajar Makassar mengekspos dan mewacanakan identitas kekerasan Mahasiswa ini melalui sosok korban warga sipil maupun aparat kemanan (polisi) di samping wacana ilegalitas politik berupa demonstrasi yang berujung pada tindakan kriminal. Sedangkan, pewacanaan identitas kekerasan para mahasiswa Makassar oleh surat kabar Tribun Timur Makassar dilakukan lewat sikap keterbukaan, frontalinisasi, dan diskriminatif.
The University students of Makassar and their violences are about reality that are not able to deny from people’s view now days. When introduced and called on them, what people suddenly cross on their mind then is about their violences activity, not their achievements. The maturity, criticism, and innovation as should be on the identity of University students, but this is now about moving away to become people who like doing violences and other anarchists just like what bad men (preman) do. This is the reality constructed in people’s view now. In terms of it, the existence of mass media is suspected in building and constructing up to people’s view through their news discourse production coming under to local newspapers of Makassar, namely Fajar and Tribun Timur. Their ideologies that they disseminate through their discourse production at last conquer and rule/hegemonize people’s view as common sense or taken for granted to which University students’ identity as called them as bad men. For that case, this research is looking forward to finding out on how mass media works on producing their news discourse referring to violences activity informed by the two local newspapers that are Fajar and Tribun Timur Makassar on the University students demonstration. The criticism method called as Criticism Discourse Analysis (CDA) of Norman Fairclough is going to be used in analysing the found document which is about the news of celebrating the World Day of Anti-Corruption on 10 December 2010 through local newspapers of Makassar. The research outcome is that violence identity is taking place to Makassar students through the news of local newspapers that are Fajar and Tribun Timur Makassar. The newspaper of Fajar Makassar exposes and discourses about students’ violence identity through citizens and security services (polices) who become their victims instead of illegal politic which is about their criminality acts in doing demonstration. On the contrary, the discourse of students’ violence identity by newspaper of Tribun Timur Makassar done through opened, frontal, and discriminative acts.
Kata Kunci : Identitas, Wacana, Analisis Wacana Kritis (AWK), Ideologi, dan Hegemoni.