PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PROGRAM DA-REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Degradation) Studi Kasus di Desa Mantangai Hulu, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Propinsi Kalimantan Tengah
PATRIONA MELODIA VANGA, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, MA, M.Phil
2013 | Tesis | S2 AntropologiREDD+ adalah pengembangan ekonomi global untuk kesejahteraan masyarakat dengan emisi karbon yang rendah. Dengan kata lain, REDD+ adalah upaya global yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan sosial dalam kerangka yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana partisipasi masyarakat lokal sejalan dengan ditetapkannya Kalimantan Tengah sebagai provinsi percontahan REDD+ yang digadang-gadangkan akan berhasil menyelesaikan persoalan perubahan iklim tersebut. Data diperoleh dengan observasi partisipasi dan wawancara mendalam dengan informan-informan yang telah dipilih. Analisa data dilakukan sejak awal penelitian hingga tahap penulisan. Analisa data yang ada ditelaah secara mendalam dan ditelusuri, serta dianalisa termasuk kemungkinan-kemungkinan adanya hubungan kategori yang ada. Dari hasil penelitian terlihat bahwa, pelaksanaan program REDD+ dilevel komunitas adalah top-down planning, dimana pelaksana program membuat sebuah rencana dan mengumumkannya, masyarakat dipanggil rapat untuk maksud pemberian informasi, dan mengharapkan persetujuan penuh atas rencana tersebut. Peneliti di sini tidak mengevaluasi program, tetapi bagaimana proses dan kelembagaan REDD+ di Mantangai Hulu yang berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat. Asumsinya, jika semua itu baik, maka program REDD+ akan berhasil. REDD+ yang diteliti adalah mengenai partisipasi masyarakat lokal, dalam setiap program percontohan REDD+ yang dilaksanakan oleh KFCP (Kalimantan Forest and Climate Parthnership). Ditemukan bahwa masyarakat dilibatkan sebagai buruh dan diberi upah dalam setiap kegiatan serta adanya uang kehadiran dalam setiap rapat yang dihadiri. Namun, karena masyarakat masih bisa dimobilisasi oleh KFCP, maka para donor program REDD+ masih berencana melanjutkan proyek ini.
REDD+ is the development of the global economy for the welfare of society with low carbon emissions. In other words, REDD+ is a global effort to integrate the economic, environmental, and social welfare within a sustainable framework. This study examines how local participation in line with the stipulation of the Central Kalimantan as province of REDD+ demonstrations activities be provided that will have successfully completed the issue of climate change. Data obtained by participant observation and in-depth interviews with informants. The data analysis was done since the beginning of the study to the writing stage. Analysis of the data analyzed in depth and tracked, and analyzed including the possibilities of a relationship existing categories. From the research shows that, the implementation of the REDD+ program in communities level is a top-down planning, implementing programs which make a plan and announce it, the meeting called for the purpose of providing information, and expects full approval to the plan. Researchers here is not to evaluate the program, but how REDD+ processes and institutions in Mantangai Hulu that influence participation. The assumption, if all is good, then REDD+ program will be successful. REDD+ under study is the participation of local communities, in any REDD+ pilot program conducted by KFCP (Kalimantan Forest and Climate Parthnership). It was found that the community is involved as a laborer and paid in every activity and the presence of money in each meeting attended. However, because people can still be mobilized by KFCP, the REDD+ program donors still plan to continue the project.
Kata Kunci : Partisipasi, REDD+, KFCP