ANALISIS KEKRITISAN DAN ARAHAN KONSERVASI LAHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) LIMBOTO PROVINSI GORONTALO
MUHAMMAD RAMDHAN OLII, Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto
2013 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Sumberdaya AirDAS Limboto telah mengalami degradasi yang cukup serius sehingga menyebabkan penurunan daya dukung lingkungan akibat semakin meningkatnya tekanan pemanfaatan lahan dan kurangnya usaha konservasi oleh masyarakat. Banyaknya kawasan hutan lindung dan kawasan cagar alam di DAS Limboto yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian, bahkan yang lebih parahnya lagi pertanian yang banyak dilakukan oleh masyarakat adalah sistem pertanian yang tidak sesuai dengan konservasi lahan yaitu pertanian lahan kering untuk tegalan (palawija), kebun kelapa, kemiri dan sebagainya yang mencapai 40.58 % dari luas wilayah DAS Limboto (JICA-Dephut, BP DAS Bone Bolango, LP2G 2003). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan DAS Limboto dan metode konservasi yang akan dilakukan pada DAS tersebut. Penentuan lahan kritis DAS Limboto berdasarkan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS) Departemen Kehutanan Tahun 2009 dengan menentukan kawasan peruntukan lahan terlebih dahulu dengan menggunakan kriteria yang dibuat oleh Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (BRLKT) Departemen Kehutanan, sehingga diperoleh pembagian kawasan yaitu kawasan lindung, kawasan di luar hutan lindung dan kawasan budidaya pertanian. Kemudian ditentukan metode konservasi lahan yang sesuai dengan kondisi biofisik DAS Limboto dan keseluruhan analisis dilakukan dengan bantuan ARC GIS 9.3. Hasil yang diperoleh menujukkan Wilayah DAS Limboto terdiri dari 4 kawasan peruntukan lahan yaitu kawasan hutan lindung seluas 2700.80 ha (2.97 %), kawasan hutan di luar kawasan hutan lindung seluas 20647.60 ha (22.68 %), kawasan budidaya pertanian musiman seluas 60563.62 ha (66.53 %), kawasan budidaya pertanian tahunan seluas 2309.01 ha (2.54 %) dan selebihnya adalah Danau Limboto, pemukiman, tambak dan bandara. Tingkat kekritisan lahan di DAS limboto yang berada di kategori tidak kritis 17234.42 Ha (18.93 %), potensi kritis seluas 5456.04 Ha (5.99 %), agak kritis seluas 48240.08 Ha (52.99 %), kritis seluas 12476.93 Ha (13.71 %) dan sangat kritis seluas 2813.57 Ha (3.09 %). Rekomendasi konservasi yang dilakukan umumnya adalah metode vegetatif, teknik sipil dan kombinasi antara vegetatif dan teknik sipil dan yang paling penting adalah arahan dalam manajemen kawasan peruntukan lahan yang mempunyai pengaruh cukup besar dalam rehabilitasi dan memperbaiki kondisi DAS.
Limboto Watershed already degraded serious enough to cause a decrease in the carrying capacity of the environment due to the increasing pressure of land use and lack of conservation efforts by the community. The number of protected forest and nature reserve areas in Limboto Watershed who converted to agricultural land, even worse still done by the agricultural community is the agricultural system that is incompatible with the conservation of dryland farming land to moor (crops), palm oil , hazelnut , etc to reach 40.58% of the area of watershed Limboto (JICA- Department of Forestry, BP DAS Bone Bolango LP2G 2003). This study aimed to determine the level of criticality Limboto watershed land and conservation methods that will be conducted in the watershed. Determination of critical watershed lands Limboto based Plan for Forest and Land Rehabilitation Techniques Watershed (RTkRHL-DAS) of the Department of Forestry in 2009 to determine the area of land use in advance using the criteria established by the Center for Land Rehabilitation and Soil Conservation (BRLKT) Department of Forestry, until acquired division that is the protected area, protected forest areas outside agriculture and the cultivation area. Then determine the appropriate method of conservation land with biophysical conditions and overall Limboto Watershed analysis was performed with the help of ARC GIS 9.3. Results obtained showed Limboto Watershed Region consists of four areas of land allocation that is protected forest area of 2700.80 ha (2.97%), the forests outside protected forest areas of 20647.60 ha (22.68%), seasonal agricultural cultivation area of 60563.62 ha (66.53%), annual agricultural cultivation area of 2309.01 ha (2.54%) and the others are Limboto Lake, residential, embankment and airport. The critical level of the land in the watershed Limboto its uncritical category 17234.42 ha (18.93%), the potential critical area of 5456.04 hectares (5.99%), somewhat critical area of 48240.08 ha (52.99%), the critical area of 12476.93 ha (13.71%) and critical an area of 2813.57 ha (3.09%). Conservation recommendations taken is usually vegetative methods, civil engineering and a combination of vegetative and civil engineering. And the most important is the direction in the management of land use that have a considerable influence in the rehabilitation and improve watershed.
Kata Kunci : DAS Limboto, Tata Guna Lahan, Lahan Kritis, Konservasi Lahan