Laporkan Masalah

EVALUASI KINERJA MODEL INTERNAL RATING SYSTEM KREDIT KORPORASI PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK

Yulizar, Dr. Mamduh Mahmadah Hanafi, MBA.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Basel II memungkinkan bank untuk menggunakan model rating internal sebagai dasar penetapan bobot risiko dari masing-masing aktivanya. Tersedianya sebuah model rating yang baik dan memenuhi syarat validitas menjadi prasyarat utama sebelum bank menggunakan model internal. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah model internal rating system yang digunakan BNI khususnya pada kredit korporasi dapat digunakan untuk membedakan debitur yang lancar (good) atau default (bad). Evaluasi kinerja model internal rating system menggunakan teknik pengujian dicriminatory power (Accuracy Ratio, Receiver Operating Characteristic, Kolmogorof-Smirnov Statistic, Kullback-Liebler Statistic dan Information Statistic). Pengujian karakteristik setiap variabel menggunakan Information Statistic, sedangkan untuk uji estimasi Probability of Default menggunakan binomial test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum model internal rating system kredit korporasi BNI menunjukkan kinerja yang cukup baik dan mampu membedakan debitur yang lancar (good) maupun default (bad). Uji kalibrasi terhadap masing-masing parameter khususnya pada aspek non keuangan menunjukkan penetapan kriteria pada masing-masing parameter masih relevan dan dapat membedakan debitur good dengan bad. Namun untuk parameter rasio keuangan, hasilnya menunjukkan parameter ini tidak cukup baik dalam membedakan kualitas debitur dimana pada umumnya memperoleh yudisium marginal atau poor.

Basel II allows banks to use internal rating model as the basis in determining the risk of their respective assets. The availability of well rated and validly qualified model has been a key prerequisite prior to before the banks use internal models. This research was conducted to evaluate whether the internal rating system model applied in BNI, particularly in corporate loans, can be utilized to distinguish the liquid (good) or default (bad) debtors. The internal rating system performance model evaluation applies dicriminatory power techniques (Accuracy Ratio, Receiver Operating Characteristic, Kolmogorof-Smirnov Statistic, Kullback-Leibler Statistic and Information Statistics). Each variable’s characteristics test applies Information Statistics, while the Probability of Default estimation test applies the binomial test. The results showed that in general the BNI internal model corporate credit rating system has shown good performance and been able to distinguish the liquid (good) or default (bad). Each parameter calibration test particularly on non-financial aspects has indicated that the criteria settings for each parameter are still relevant and are able to distinguish between good and bad debtors. However in the parameters’ financial ratios, the results indicate that this parameter is not good enough in distinguishing the debtor qualities which generally marginal or poor derivations are achieved.

Kata Kunci : internal rating system, Probability of Default, dicriminatory power, binomial test


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.