Laporkan Masalah

Penerapan Wealth Management: Studi Kasus ppada Keluarga Mr. Ben

Rizky Yusviento Pelawi, I Wayan Nuka Lantara, S.E., M.Si., Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan satu klien. Klien dalam penelitian ini adalah keluarga Tuan Ben (nama disamarkan). Tuan Ben adalah seorang pengusaha jasa cargo di Jakarta dan istrinya seorang notaris di Jakarta Selatan. Tuan Ben berusia 53 tahun, dan istrinya 48 tahun. Masalah utama penelitian ini adalah masalah pengembangan kekayaan dengan tujuan untuk mempersiapkan dana pensiun Tuan Ben dan istrinya. Evaluasi dan analisis data didasarkan pada data keuangan keluarga dan toleransi resiko klien dan istrinya. Hasil pengukuran toleransi resiko menunjukkan bahwa klien merupakan seorang konservatif sementara istrinya sangat konservatif. Hal ini menjadi dasar dalam melakukan rebalancing portofolio. Dalam pembuatan rebalancing ini, diajukan dua skenario yang didasarkan pada toleransi resiko klien dan istrinya. Dari kedua skenario yang ditawarkan, klien dan istrinya memilih skenario kedua dengan tingkat resiko yang lebih rendah, akan tetapi memiliki imbal hasil yang lebih memadai dari current portofolio.

This research is a case study with one client. The client in this research is Mr. Ben family (pen name). Mr Ben is a businessman in the sector of cargo service in Jakarta and his wife is a notary public in south Jakarta. Mr. Ben is 53 years old and his wife is 48 years old. The main problem of this research is the growth of assets to prepare the pension of the husband and wife. The evaluation and data analysis is based on the financial data and risk tolerance of the client and his wife. The risk tolerance measuring shows that the client is a conservative while his wife is very conservative. The portfolio rebalancing then is done based on the risk tolerance measuring above. In the process of rebalancing, it is proposed two scenarios based on the risk tolerance of both the client and his wife. From both the scenarios offered, the client and his wife prefer the second scenario with lower risk, but it has better return than the current portfolio.

Kata Kunci : Risk Tolerance, Skenario, Rebalancing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.