Analisis Faktor-faktor Penghambat Knowledge Tranfer (Studi Pada PT Jasatama Polamedia Cabang Yogyakarta)
Dimas Priyandana Utama, Dr. Budi Santosa, M.Bus.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenPengetahuan menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendorong keberhasilan bisnis, yaitu merupakan intangible asset dalam melakukan diferensiasi untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Sehingga ketika organisasi atau karyawan mengidentifikasi adanya pengetahuan yang penting, maka mereka bisa melakukan proses knowledge transfer agar pengetahuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi keunggulan organisasi. Namun, proses knowledge transfer tidak selalu berjalan dengan lancar dan terdapat beberapa faktor yang menghambat prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat knowledge transfer dalam penerapan SOP pada bagian supervisor service point di PT Jasatama Polamedia cabang Yogyakarta. Para supervisor service point cenderung kurang memahami penerapan SOP secara maksimal sehingga sering terjadi pengulangan kesalahan dan membuat kegiatan operasional menjadi tidak efektif serta timbulnya kerugian bagi perusahaan. Padahal, SOP berperan dalam mendukung pencapaian misi dan tujuan perusahaan, serta mampu menciptakan budaya profesional dalam organisasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan Manajer Area dan Branch Manager sebagai sumber pengetahuan serta tiga staf supervisor service point sebagai penerima pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat faktor penghambat knowledge transfer dalam penerapan SOP pada bagian supervisor service point di PT Jasatama Polamedia cabang Yogyakarta. Faktor-faktor penghambat tersebut yaitu barren organizational context (konteks organissasi yang kurang mendukung transfer pengetahuan), ardous relationship (kurangnya kedekatan hubungan), lack of motivation (kurangnya motivasi sebagai penerima pengetahuan), dan lack of retentive capacity (kurangnya penggunaan pengetahuan).
Knowledge has become one of the important strengths in promoting the success of the business, which is an intangible asset in making differentiation to gain competitive advantage. So when an organization or employee identifies important knowledge, then they can make the process of knowledge transfer to benefit the organization's advantage. However, the knowledge transfer process does not always run smoothly, and there are several factors that inhibit the process. This study aims to identify factors inhibiting the transfer of knowledge in the application of SOP on the supervisor service points in PT Jasatama Polamedia Yogyakarta branch. The supervisor service points are less likely to understand the application of SOP to the maximum so frequent repetition of mistakes, ineffective operations results to emergence of losses for the company. In fact, SOP role is supporting the achievement of the mission and goals of the company, and is able to create a professional culture within the organization. This research is a qualitative descriptive study. Data were obtained through interviews with the Area Manager and Branch Manager as a source of knowledge as well as three staff supervisor of service points as recipients of knowledge. The results showed there were four factors inhibiting the transfer of knowledge in the application of SOP on the supervisor service points in PT Jasatama Polamedia Yogyakarta branch. Limiting factors are the barren organizational context, lack of close relationship, lack of motivation and lack of retentive capacity.
Kata Kunci : knowledge transfer, SOP